Sketsa News
Home Berita Terkini, News IPW: Siapa yang Akan Mundur Akibat Macet Parah Mudik Lebaran Ini?

IPW: Siapa yang Akan Mundur Akibat Macet Parah Mudik Lebaran Ini?

Sketsanews.com – Ind Police Watch (IPW) angkat bicara soal kemacetan parah di Tol Pejagan hingga berakhir di gerbang tol Brebes Timur saat arus balik kemarin.

kemacetan-di-ruas-tol-pejagan-brebes-timur-jateng_20160704_165608

Menurut Ketua Presidium Ind Police Watch, Neta S Pane‎, mudik 2016 menjadi catatan hitam bagi Jenderal Polisi Badrodin Haiti menjelang lengser sebagai Kapolri.

“Jalur neraka” yang terjadi di Brebes menunjukkan betapa buruknya rekayasa lalu lintas yang dilakukan jajaran Polda Jateng maupun Korlantas Polri.

Diutarakan Neta, pihaknya mencatat, kemacetan parah di jalur Pantura ini dua kali terjadi di era Badrodin, pertama menjelang libur Natal 2015, kedua saat mudik Lebaran 2016.

Di libur Natal 2015, ketidakbecusan dalam merekayasa lalu lintas terjadi saat Korlantas Polri dipimpin Irjen Condro Kirono.

Lalu, di mudik Lebaran “jalur neraka” Brebes terjadi saat Kapolda Jateng dipimpin Irjen Condro Kirono.

Dua hari setelah kemacetan parah di libur Natal 2015, Dirjen Hubdar Djoko Sasono mengundurkan diri, karena malu dan merasa bertanggung jawab.

“Lalu, siapakah yang akan mundur dengan kemacetan parah di mudik Lebaran 2016 ini, apakah Kakorlantas Polri atau Kapolda Jateng. Kita tunggu saja,” ujar Neta, Kamis (7/7/2016).

Neta melanjutkan kemacetan lalu lintas di mudik Lebaran 2016 ini paling parah dan melelahkan dibandingkan musim mudik sebelumnya.

Akibat “jalur neraka” Brebes, pemudik kehabisan bensin di tol, kelaparan tidak ada penjual makanan, tidak ada toilet hingga terjebak kemacetan lebih dari 25 jam di jalur yang sama.

“Jarak tempuh dari Cirebon ke Ungaran Semarang mencapai 35 jam. Pintu Tol Brebes Timur jadi “pusat neraka” bagi pemudik,” tegas Neta.

Saat liburan Natal 2015, Korlantas Polri mengatakan, kemacetan parah terjadi akibat belum berfungsinya tol Brebes.

Faktanya, begitu tol Brebes berfungsi, kemacetan di Mudik 2016 malah makin parah.

Korlantas Polri maupun Polda Jateng tidak mampu melakukan rekayasa lalulintas mudik dengan maksimal, akibatnya terjadi stagnasi hingga 25 jam.

Neta berharap Kapolri baru, Komjen Tito Karnavian harus segera mengevaluasi dan mencermati kasus ini agar kemacetan parah di jalur itu bisa diminimalisir dengan rekayasa lalulintas yang dirancang Korlantas maupun Polda Jateng, sehingga kasus yang sama tidak terulang. (Jk/ Tribun).

%d blogger menyukai ini: