Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News, Politik Jokowi Harus Jaga Jarak dengan Setnov, Meski Partai Golkar Mendukung Jokowi Dipilpres 2019

Jokowi Harus Jaga Jarak dengan Setnov, Meski Partai Golkar Mendukung Jokowi Dipilpres 2019

Teropongsenayan/FotoPolitik

Sketsanews.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo harus menjaga jarak dengan Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua DPR Setya Novanto, pasca ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi megaproyek KTP elektronik oleh KPK.

Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Syamsuddin Haris mengatakan jika Jokowi tidak menjaga jarak maka citranya akan ikut terpengaruh meskipun Partai Golkar mendukung Jokowi untuk kembali jadi presiden di Pemilihan Umum 2019 mendatang.

“Meski @Golkar5 (akun Twitter Golkar) mendukung Pak @jokowi untuk 2019, Presiden mestinya mulai jaga jarak dengan SN agar tidak terkontaminasi citra buruknya sebagai tersangka,” kata Syamsuddin dalam akun Twitternya, @sy_haris, Minggu (12/11/2017).

KPK menemukan dua alat bukti permulaan yang cukup ditingkatkan ke penyidikan dengan menetapkan Novanto sebagai tersangka.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan Novanto bersama-sama dengan Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Irman, dan Sugiharto melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus e-KTP. Kasus ini merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

Novanto diduga melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Penetapan Novanto menjadi tersangka hanya beberapa hari setelah Bareskrim menerbitkan SPDP untuk Ketua KPK Agus Rahardjo dan Saut Situmorang. Agus dan Saut dilaporkan oleh pengacara Novanto, Sandy Kurniawan, dalam kasus dugaan pemalsuan surat dan penyalahgunaan wewenang. Dikutip dari Teropongsenayan.

(Eni)

%d blogger menyukai ini: