Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Peristiwa, Tekno-Sains Kapan Kita Bisa Nikmati Gerhana Matahari di Indonesia? Ini Tanggalnya!

Kapan Kita Bisa Nikmati Gerhana Matahari di Indonesia? Ini Tanggalnya!

Ilustrasi gerhana matahari. © ABC Houston

Sketsanews.com, Jakarta  —  Pada 21 Agustus lalu, masyarakat Amerika Serikat heboh dengan adanya fenomena gerhana matahari. Gerhana matahari ini spesial bagi mereka karena secara total gerhana ini hanya bisa dinikmati masyarakat AS dan sekitarnya saja.

Meski demikian, bukan berarti Indonesia tidak kebagian. Indonesia menikmati gerhana matahari total di tahun lalu, di mana beberapa wilayah seperti di Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara menikmatinya pada wal Maret tahun lalu. Fenomena ini sebelumnya terjadi pada 1983, 1988, dan 1995 di Indonesia.

Indonesia akan mengalami fenomena gerhana di dua tahun mendatang, tepatnya pada tanggal 26 Desember 2019, berupa gerhana matahari cincin. Cakupan paling besar dari gerhana ini akan paling jelas di daerah Kalimantan Utara seperti Tarakan, Kalimantan Barat bagian utara seperti Pontianak, Riau, serta Sumatera Utara. Meski demikian, semua wilayah Indonesia bisa melihatnya.

Pada 20 April 2023, Indonesia akan kembali mengalami gerhana matahari total. Namun yang bisa melihat gerhana ini secara total hanya di Papua Barat, tepatnya di bagian ‘leher’ peta Papua yang menyerupai burung. Kira-kira daerah yang bisa melihatnya adalah Fak-Fak, Bintuni, Teluk Cenderawasih Manokwari, serta beberapa tempat lain. Meski demikian, seluruh wilayah Indonesia kecuali Banda Aceh, bisa melihat gerhana ini meski sebagian.

Setelah itu pada tanggal 22 Juli 2028, terdapat gerhana matahari total yang berada cukup dekat dari Indonesia, yakni di Christmas Island, sekitar 350 kilometer dari selat Sunda. Oleh karena itu, bagian selatan pulau Jawa akan bisa menikmati gerhana matahari cincin yang hampir sempurna, yakni 95 persen matahari tertutup Bulan, dikutip dari laman Merdeka.

Gerhana sendiri memang bisa terlihat di lokasi yang berbeda-beda. Seperti contohnya Gerhana Matahari di AS tak bisa kita saksikan di Indonesia, dan mereka tak bisa menyaksikan gerhana lagi hingga tahun 2024. Sementara kita di Indonesia, dalam jangka waktu 3 tahun kebagian gerhana matahari total sebanyak 2 kali.

[As]

%d blogger menyukai ini: