Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hankam, News Kapolri: Ada Kelompok Manipulasi Isu karena Ketidakpuasan pada Pemerintah

Kapolri: Ada Kelompok Manipulasi Isu karena Ketidakpuasan pada Pemerintah

Kapolri Jenderal Tito Karnavian. ©2017 Merdeka.com

Sketsanews.com, YogyakartaKapolri Jendral Pol Tito Karnavian menilai Indonesia saat ini sedang menjadi negara penganut demokrasi liberal. Pernyataan ini disampaikan Tito saat menjadi pembicara kunci dalam peluncuran buku tentang tantangan konstitusionalisme dan HAM di tahun politik di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, Sabtu (31/3).

“Menurut beberapa pengamat ada yang menyatakan Pancasila ini demokrasi apa? Liberal, terbatas, otoriter, semi otoriter, atau masa lalu dan lain lain. Indonesia mengarah ke demokrasi yang lebih liberal,” ujar Tito.

Tito menyatakan selama 20 tahun belakangan ini, demokrasi di Indonesia mengalami berbagai tantangan. Salah satu tantangannya adalah penyelenggaraan pemilu yang mengalami berbagai macam konflik.

“Konflik yang biasanya terjadi saat pemilu yakni konflik antara kelompok masyarakat kelas bawah dan atas. Kedua kelompok tersebut kerap memiliki pandangan berbeda. Lalu ada primordialisme keagamaan. Mengembangnya primordialisme ini potensi konflik,” urai Tito.

Tito beranggapan ada pula potensi manipulasi demokrasi yang dilakukan oleh kelompok tertentu. Kelompok ini, kata Tito menciptakan isu atas dasar ketidakpuasan kepada pemerintah.

“Manipulasi demokrasi bisa terjadi melalui sejumlah isu yang terkadang diciptakan atas dasar ketidakpuasan terhadap pemerintah. Misalnya isu khilafah. Ini sebagai respons ketidakpuasan dengan sistem demokrasi,” ulas jendral bintang empat ini.

Dilansir dari Merdeka, Tito menilai saat ini sistem demokrasi di Indonesia masih berjalan dengan baik. Meskipun, sambung Tito, dalam praktiknya di pemilu, masih ada pasangan calon yang tidak mau mengakui kalah.

“Yang harus dilakukan, membuka kebebasan seluasnya atau memperhitungkan masalah politik? Ini perlu kita lihat banyak sisi positifnya atau negatifnya. Jika banyak positifnya, tetap jalan terus,” tutup Tito. (Ad)

%d blogger menyukai ini: