Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Peristiwa Kasus Anjing Gigit Bocah Hingga Tewas di Malang Murni Kecelakaan

Kasus Anjing Gigit Bocah Hingga Tewas di Malang Murni Kecelakaan

anjing gigit bocah di malang. ©2017 istimewa. ©2016 Merdeka.com

Sketsanews.com, Malang   —   Kasus anjing menggigit bocah hingga tewas di Kota Malang, Jawa Timur murni sebagai kecelakaan. Polisi tidak menemukan adanya unsur kelalaian dalam pemeliharaan anjing bernama Sapi itu.

Wakil Kepala Polres Malang Kota, Kompol Nandu Dyananta mengatakan, hasil penyelidikan tidak ditemukan unsur kelalaian oleh orang tua korban selaku pemilik. Kesimpulan tersebut didasarkan hasil laboratorium dan pengamatan yang dilakukan oleh dokter hewan yang sudah direkomendasi.

“Sehingga disimpulkan murni akibat kecelakaan,” katanya di Mapolres Malang Kota, dikutip dari laman Merdeka Kamis (23/8).

Hasil laboratorium menjelaskan anjing tidak mengidap rabies atau anjing gila dan penyakit lainnya. Anjing tersebut tidak mengalami gangguan ataupun keanehan tertentu.

Ramisya Bazigha (8) tewas di rumah orang tuanya akibat luka gigitan dan cakaran di leher dan wajahnya oleh anjing jenis pitbull tersebut. Polisi pun meminta rekomendasi dokter hewan untuk melakukan tes laboratorium dan analisa perilakunya.

Posisi Sapi sendiri saat ini di bawah pengawasan Unit K-9 Polres Malang Kota. Belum ada pihak yang berniat mengadopsi nya, sementara sang pemilik memilih tidak akan mengasuhnya kembali.

“Kemungkinan karena trauma. Kalau nantinya ada yang ingin mengadopsi akan dipertimbangkan dahulu,” paparnya.

Sementara itu, Anton Pramujiono, dokter hewan yang melakukan pemeriksaan Sapi, Rabu (23/8) juga menyatakan bahwa anjing tersebut aman untuk diadopsi. Sehingga dimungkinkan untuk mendapatkan pengasuhan kembali.

“Hasil laboratorium menyatakan Sapi dalam kondisi sehat. Hasil laboratorium negatif, tidak menunjukkan kelainan dan masih normal. Tidak menunjukkan gejala rabies atau anjing gila,” jelas Anton.

Anton menegaskan, pihaknya tidak memberikan merekomendasi untuk membunuh hewan tersebut. Justru kalau dimungkinkan dilakukan adopsi secara permanen.

“Mungkin yang kemarin ada kesalahan tertentu yang di luar dugaan. Sisi perilakunya dan kesehatannya tidak masalah,” tegasnya.

[As]

%d blogger menyukai ini: