Sketsa News
Home Berita Terkini, News Kekuatan pendukung ISIS di Indonesia ‘masih lemah’

Kekuatan pendukung ISIS di Indonesia ‘masih lemah’

Sketsanews.com – Kapolri Badrodin Haiti menyebut bahwa aksi bom bunuh diri di Mapolresta Solo pada Selasa pagi terkait dengan seruan pemimpin kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) untuk melakukan amaliyah di bulan Ramadan, namun pengamat menilai serangan ini justru menunjukkan lemahnya kekuatan pendukung ISIS di Indonesia.

160705042134_bom_solo_640x360_epa

Peneliti radikalisme UGM Najib Azca mengatakan bahwa meski serangan bom bunuh diri di Mapolresta Solo pada Selasa (05/07) menjadi cara pendukung ISIS membuktikan eksistensi mereka di Indonesia atau Asia Tenggara, tetapi sebenarnya aksi ini malah menunjukkan kekuatan pendukung ISIS di Indonesia yang masih lemah.

“Di Irak dan Suriah, dari 125-an teritori yang mereka (ISIS) kuasai sekarang tinggal 55, jadi merosot. Di situasi lemah inilah saya kira mereka mencoba memperluas jejaringnya di berbagai daerah, termasuk apa yang terjadi di Thamrin berapa waktu lalu. Yang menarik dari dua operasi yang mereka lakukan di Indonesia ini, amatiran,” kata Najib.

Serangan bom bunuh diri yang terjadi di Solo, menurut Najib, justru membuktikan kelemahan aksi para pendukung ISIS di Indonesia.

“Buktinya tidak ada orkestrasi yang besar, kalau mereka kuat, bisa sekian belas orang melakukan aksi atau pemboman yang lebih masif,” tambah Najib.

Aksi bom bunuh diri di Solo terjadi setelah serangkaian bom bunuh diri lainnya, seperti di Madinah, Baghdad, Turki, dan serangan di Dhaka, serta ledakan bom di sebuah bar di Malaysia, yang disebut sebagai serangan pertama ISIS di negara tersebut.

Najib membandingkan aksi bom bunuh diri di Solo yang skala destruktifnya sangat kecil jika dibandingkan dengan kejadian di Baghdad, Turki, atau dengan aksi terorisme yang dilancarkan oleh jaringan kelompok Imam Samudra di Indonesia.

(ip/BBC)

%d blogger menyukai ini: