Sketsa News
Home Berita Terkini, News, Peristiwa Kelompok Teroris KKB Izinkan Ibu Hamil Keluar Kampung, Tapi Tanpa Suami

Kelompok Teroris KKB Izinkan Ibu Hamil Keluar Kampung, Tapi Tanpa Suami

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George E Supit menyalami anggota TNI yang tergabung dalam Operasi Satgas Terpadu Penanggunalan KKB usai apel di Mapolres Mimika, Senin (6/11).

Sketsanews.com, Timika – Ancaman kembali dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Tembagapura. Pada Minggu (12/11) sekitar pukul 11.30 WIT, KKB melakukan penembakan di Mile Point 63, terhadap kendaraan Satgas Amole dengan nomor lambung 01-3447R.

Kendaran tersebut dikendarai oleh anggota Satgas Amole, yang sedang melakukan patroli zona, dan pengawalan terhadap kendaraan yang mengangkut bahan makanan (Bama).

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal dalam rilisnya yang diterima Jawapos, Minggu malam menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam insiden penembakan tersebut.

Lubang pada mobil Satgas Amole akibat tembakan KKB di MP 63 Tembagapura, Minggu (12/11).

Namun akibat penembakan tersebut satu peluru mengenai bagian atap kendaraan itu. “Patroli zona yang tiba di Mile 63 kemudian terjadi rentetan penembakan yang dilakukan KKB. Dan memang kondisi cuaca berkabut, makanya tidak bisa melihat pelaku penembakan,”kata Kamal dalam rilisnya.

Menurut Kamal, kendaraan yang ditembaki oleh KKB ini setelah kembali melaksanakan patroli terhadap karyawan, yang melaksanakan ibadah Minggu di Gereja GKI Kalvari, Tembagapura.

Dirinya menyayangkan aksi tersebut, karena KKB sudah tidak menghargai Hari Minggu sebagai hari ibadah umat Kristiani.

“Kegiatan KKB tersebut sudah tidak lagi menghargai dan menghormati Hari Minggu sebagai hari suci. Di mana semua umat Kristiani yang ada di dunia termasuk di Papua melaksanakan ibadah,”tegasnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Kabid Humas Polda Papua, juga kembali mengirimkan rilis terkait anggota Polsek Tembagapura yang membantu proses evakuasi terhadap seorang warga Kimbeli, yang diketahui bernama Alina Kogoya ke Rumah Sakit Tembagapura untuk proses persalinan.

“Satu warga Kampung Kimbeli yang hendak melahirkan, bersama salah satu kerabatnya tiba di kantor Polsek Tembagapura. Keduanya berjalan kaki dari Kimbeli ke Polsek. Yang mana pengakuan keduanya bahwa sebelum mereka ke Tembagapura, mereka sempat minta izin di Kepala Suku Kimbely yakni Kamaniel Waker, dan minta izin pada KKB yang ada di kampung itu. Dan setelah diberikan izin, maka keduanya jalan kaki tanpa didampingi sang suami,”jelas Kamal.

Selanjutnya kata dia, langkah-langkah yang diambil yakni membantu mengantarkan dua warga tersebut ke RS SOS Tembagapura, untuk prosea persalinan.

(Eni)

%d blogger menyukai ini: