Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Pendidikan Keluar Duit Sendiri demi Jemput Siswa Pakai Gerobak di Pelosok Riau

Keluar Duit Sendiri demi Jemput Siswa Pakai Gerobak di Pelosok Riau

Syafrizal menggunakan gerobak motor untuk menjemput siswanya ke sekolah (Foto: Dok SLB Sekar Meranti)

Sketsanews.com, Pekanbaru – Kepala sekolah di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, tiap hari menjemput siswanya dengan gerobak motor. Uang bensin ditanggung sendiri.

Sebanyak 29 siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Sekar Meranti di Desa Anak Setatah, Kec Rangsang Barat, Kepulauan Meranti, Riau, perlu berjuang supaya bisa sekolah. Mereka tersebar di 12 desa.

Untuk bersekolah, sang kepala sekolah Syafrizal (34) menjemput mereka setiap hari dengan gerobak yang ditempel ke motor tuanya. Selain itu, lima guru lainnya yang ada di SLB itu turut serta membantu. Guru yang memakai motor melintasi rumah siswa akan sekalian menjemputnya.

Awal wacana membuat sekolah luar biasa, Syafrizal sempat dianggap ‘orang gila’ (Foto: Dok SLB Sekar Meranti)

Walau setiap hari membutuhkan tenaga ekstra serta dana bensin motor, Syafrizal tidak pernah berpikir akan merugi dari mengelola SLB itu. Dia harus menyisihkan uang saku dari pengepul karet dan pinang di kampungnya sendiri.

Penghasilannya dia sisihkan untuk membeli bensin atau untuk memperbaiki motor dan gerobaknya bila kondisi rusak. Begitu juga untuk kebutuhan yayasan yang dia miliki.

“Ya pakai uang sendiri saja (untuk bensin). Yang penting mereka harus sekolah,” kata Syafrizal, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (4/9/2017).

Selain menjemput muridnya, setelah jam pulang sekolah pukul 12.00 WIB, kepala sekolah yang hanya tamatan SLTA ini juga harus mengantarkan kembali murid-muridnya ke rumah masing-masing. Waktu yang dibutuhkan untuk mengantar pulang lebih cepat ketimbang saat menjemput.

“Kalau mengantar pulang lebih cepat, karena siswa kan dari sekolah langsung kita antar serentak. Kalau menjemput itu bisa lama, kadang waktu saya datang, murid saya ada yang belum bersiap. Jadi harus menunggu dulu,” katanya.

(Ro)

%d blogger menyukai ini: