Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News, Wawancara Kepala RSPAD: Cell Cure Kalau Salah Nggak Dapat Izin Dari Kemenkes.

Kepala RSPAD: Cell Cure Kalau Salah Nggak Dapat Izin Dari Kemenkes.

Kepala RSPAD GS, dr Terawan Agus Putranto menjawab sejumlah pertanyaan akan keberadaan terapi sel, cell cure dan kontroversi di seputarnya. (Foto: CNN Indonesia/Rahman Indra)

Sketsanews.com, Jakarta – Berawal dari klinik terapi sel di Jerman, Cell Cure diboyong ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta sejak dua tahun lalu.

Layanan terapi sel ini sudah dibuka ke publik sejak Mei 2017. Hingga pertengahan September, sudah ada sekitar 25-30 pasien yang menjalaninya. Dikabarkan, masih ada sekitar 60-70 orang yang mendaftar dan menunggu giliran, karena dalam praktiknya, satu hari tindakan yang bisa dilakukan hanya untuk dua pasien.

Namun, kehadiran terapi Cell Cure menuai kontroversi. Sejumlah dokter menilai metode pengobatan baru untuk sejumlah penyakit seperti kanker, jantung dan diabetes ini masih dalam tahap penelitian. Perlu keterbukaan informasi pada publik akan hal ini.

Bertempat di Ruang DSA, RSPAD GS, dr Terawan Agus Putranto, Kepala RSPAD GS Jakarta menjawab sejumlah pertanyaan seputar Cell Cure dan kontroversi yang menyertainya. Seperti dikutip dari Cnn Indonesia

Bagaimana awalnya terapi Cell Cure diboyong ke RSPAD Gatot Soebroto?

Cell Cure itu berawal dari sini (sambil menunjuk ke ruang DSA-Digital Subtraction Angiography). Kenapa saya ajak ke sini, sejarahnya dari sini, ketika Profesor dari Jerman datang ke sini. Saat ia melihat peralatan kita di sini, dan bagaimana tindakan yang ada, beliau izinkan untuk bekerja sama.

Mereka sebenarnya orang yang tidak butuh duit, karena peneliti. Kenapa mereka mau izinkan teknologinya dibagi dengan kita? Itu karena mereka melihat ini kemajuan pengetahuan kedokteran di masa mendatang.

Bagaimana bentuk kerjasamanya?

Bentuk kerjasamanya lebih ke transfer of knowledge. Kita boleh membangun fasilitas yang sama dengan mereka, dan juga ada orang asing yang tinggal di sini untuk quality kontrol. Paling kita punya pengetahuan dan kemampuan produksi seperti mereka itu namanya alih teknologi.

Ada kontraknya?

Ya, MoU selama sekian tahun, apa yang harus diberikan ke mereka itu kontrak biasa. Kuncinya alih teknologi, ngapain kita belajar dari dasar lagi kalau dari teknologi bisa dipotong di tengah ya, dari tengah melesat ke atas, kita bisa leader di asia dan di dunia. Kita harus leader, nggak harus mulai dari bawah, karena kalau begitu kapan selesainya.

Kehadiran Cell Cure menuai kontroversi. Bagaimana menurut bapak?

Jadi meski saat itu kontroversi tapi mereka sudah melihat ke depan, karena itulah jadi tinggal gayung bersambut. Kita melengkapi administrasi pengajuan ke Kemenhan, itu semua karena proses. Ini tidak akan terjadi, kalau tidak ada dialog saling menerima.

Kalau Cell Cure sampai kapan pun akan kontroversi karena itu keahlian baru. Ada orang menganggap ini lebih hebat, ini kurang hebat. Menganggap ini bermasalah, itu bermasalah. Itu hal biasa, dan tidak boleh dipertentangkan, dipermasalahkan. Semua hebat, semua ingin berkarya untuk bangsa dan negara, termasuk Cell Cure ya tergantung kalau salah berarti nggak dapat izin ini dari Kemenkes.

Ini sudah dapat izin, izin yang termasuk pelayanan di RS. Kalau bilang di sini belum established, sementara international journal-nya sudah ada. Jadi mau baca atau tidak.

Ada yang menilai ini belum sampai tahap uji klinis?

Loh, itu kan dia yang nggak bisa, masa orang Eropa seenaknya begitu. Untuk etik, orang Eropa, orang Amerika yang bikin aturan di sana, dan enggak mungkin melanggar. Ini sudah di fase penggunaan, kan kita hanya meniru di sana. Mereka gunakan, ya kita gunakan.

Ini menjadi bagian dari penelitian di sana?

Salah. Di sini mengembangkan sendiri. Ada FDA approval dan kita bikin lab persis sama.

Bagaimana dengan pengadaan lab dan peralatan?

Pengadaan dari Kemenhan, lintas government to government atau G to G, karena kalau Kemenhan berarti government di sana lewat pemerintah.

Berapa pembiayaannya dalam angka?

Angka selalu dibesarkan. Kita tidak menghitung soal biaya, karena sebagai dokter yang diperhitungkan asas kemanfaatan. Kita tidak akan masuk ke ranah yang mencelakakan orang. Kita melihat sisi yang membangun, kalau dari sisi uang, itu tidak bagus. Kita harus lihat dari sisi untuk membangun ke depan kenapa ini diserang karena treatment ke depan itu terapi sel.

Selain jerman, pengembangan Cell Cure ada di mana?

AS, dan London juga kalau tak salah, kita belum lihat. Sementara ini, kita sudah established. Intinya kalau yang kita cari masalah penyesatan keuangan dan sebagainya, tidak membangun. Kalau ada seperti itu bukan urusan kita. Urusan kita apa yang negara sudah beli bisa bermanfaat untuk masyarakat. Kalau bisa mendatangkan devisa.

Ada isu seperti itu kita ketawa saja. Kita tentara sudah digaji, jadi tak lagi pikir keuntungan gaji. Jenderal gajinya berapa, ya kan.

Ada kabar, ini berawal dari orang Indonesia yang mencoba Cell Cure di Jerman?

Ya ada juga, begini lho, mereka cerita aku coba di sana tapi enggak ada hubungannya. Ini hubungannya dengan profesor yang ahlinya. Beliau ke sini, lihat, dan saya juga mengajar di sana. Semuanya itu saling alih teknologi.

Bagaimana prosesnya?

Dalam prosesnya, prof dari Jerman ke sini sekitar tahun 2011 atau 2012. Waktu itu, saya ketemu sekali di sini, kita bicara, lalu presentasikan. Bagaimana kalau ini jadi kerjasama. Nah, kalau saya beli sendiri alat itu akan jadi masalah, sehingga Kemenhan, dalam hal ini mewakili negara yang beli dengan pengawasan BPK. Jadi begitu, kita berikan ini untuk bangsa.

Lab, kapan tepatnya mulai dibangun?

Laboratorium dibangun 2015. Kalau hibah, hibah dari mana? Semua dasarnya dari kepentingan, di sana juga perlu, di sini juga perlu. Mereka minta kita mengajarkan informal, seolah-olah nanti ada gap teknologi, tapi yang penting, kita butuh teknologi yang paling terdepan.

Di atasnya stem cell apa? Itu Cell Cure. Teknologi ini 15 tahun di atas Stem Cell. Kita mau business oriented-nya, untuk optimalkan pelayanan, bukan bisnis untuk keuntungan.

(Ro)

%d blogger menyukai ini: