Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Kue Enak Buatan Para Pemuda Sukoharjo

Kue Enak Buatan Para Pemuda Sukoharjo

MINIM PERALATAN- Sejumlah remaja putra mengolah adonan sebelum dicetak menjadi aneka kue kering di Dukuh Nguter RT 2 RW 4, Desa/Kecamatan Nguter, Jumat (18/8/2017). foto:Joglosemar | Aris Arianto

Sketsanews.com, Sukoharjo – Puluhan remaja di Dukuh Nguter RT 2/RW 4, Desa/Kecamatan Nguter sekitar dua tahun belakangan ini serius menekuni usaha pembuatan aneka kue. Namun pengembangan industri tersebut terkendala minimnya peralatan.

“Saat ini produksi Alhamdulillah berjalan terus. Setiap hari memproduksi, meskipun masih ada kendala yang kami hadapi,” ungkap pembina sekaligus pelatih perajin kue Nguter, Sugiyatmi.

Kendala yang dimaksud adalah sisi peralatan. Jumlah peralatan yang dimiliki kelompok perajin kue Nguter masih terbilang minim. Misalnya, oven atau alat pemanggang kue yang baru berjumlah lima buah.

“Kelompok kami ada enam grup, per grup ada delapan remaja. Kalau mau menggunakan oven harus bergantian. Demikian pula untuk peralatan lainnya,” ujar Sugiyatmi.

Menurut perempuan yang pernah bertugas di Sanggar Kegiatan Belajar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri ini, ketika jumlah peralatan memadai, proses produksi bisa lebih lancar. Dengan demikian bisa melayani semua permintaan yang saat ini terus mengalir. Pihaknya mengaku sangat respek ketika ada bantuan peralatan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, produk kue warga yang diberi label Permata tersebut meliputi nastar, kastangel, lidah kucing, chochochip, serta sejumlah kue kering lainnya. Uniknya, pembuat aneka kue itu bukan kalangan ibu rumah tangga, melainkan para remaja. Lebih menarik lagi, sebagian besar di antaranya merupakan remaja putra.

“Pemasaran sampai ke Karanganyar, selain melayani pesanan di kios dan toko sekitar Sukoharjo. Sebagai gambaran keuntungan bersih menjelang Lebaran kemarin mencapai Rp 4 juta,” jelas dia.

Ide dibentuknya sentra industri kue kering menurut dia berawal dari remaja dukuh setempat, Bayu, dua tahun lalu. Waktu itu, Bayu yang juga memiliki dasar keterampilan membuat kue melontarkan gagasan menambah penghasilan kaum muda sekaligus mengisi waktu luang dengan diajari membuat kue.

Gayung bersambut, dia yang memang hobi berkreasi aneka kuliner meresponnya. Demikian pula ketika ide itu disampaikan ke remaja lainnya. Pasalnya, menurut penuturan para remaja, mereka memang menginginkan ada kegiatan pengisi waktu luang sekaligus penambah penghasilan.

“Awalnya, lokasi produksi di rumah saya, namun karena anggota semakin banyak, dipindah ke rumah kosong di samping saya,” tutur dia, sebagaimana dikutip dari laman Joglosemar.

Pemerintah setempat melalui RT yang diketuai Sugiyanto menyambut baik adanya kegiatan positif para remaja. Dengan adanya kegiatan penghasil uang bakal mengurangi kesempatan remaja terjerumus ke budaya negatif, misalnya narkoba.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: