Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hidup Sehat, News Lem Operasi untuk Jantung Bocor Inovasi Mahasiswa Unair

Lem Operasi untuk Jantung Bocor Inovasi Mahasiswa Unair

Lem operasi alias surgical glue dapat membantu proses pemulihan luka pada pasien jantung bocor anak (Foto: Marwah Zada Rahmatina)

Sketsanews.com, Surabaya – Penyakit jantung bawaan atau yang lebih sering disebut jantung bocor memang lazim ditemukan pada anak-anak. Namun prosedur perbaikan yang dibutuhkan untuk kondisi ini seringkali menimbulkan permasalahan lain.

Diutarakan Juliani Nurazizah Setiadiputri, mahasiswi jurusan Teknobiomedik Fakultas Sains Teknologi Universitas Airlangga, permasalahan tersebut di antaranya proses pemulihan yang lama atau munculnya luka pada jaringan yang dibedah.

“Kan ada dua macam metode operasi, yaitu sutures (jahitan) atau staples. Tapi sayang dari dua proses tersebut seringkali menimbulkan permasalahan lain, entah karena proses penyembuhan yang lama, atau terdapat luka pada jaringan di sekitar dan ini biasanya tidak tahan air,” paparnya.

Kondisi ini kemudian mendorong Juliani dan keempat rekannya, Hana Zahra Aisyah, Putri Nurfiana Ramadhani, Putri Desyntasari dan Diana Fitri untuk menciptakan inovasi berupa ‘surgical glue’ alias lem operasi yang membantu proses pemulihan luka pada pasien jantung bocor anak.

“Dalam penggunaannya, dilakukan pembedahan dulu kemudian pada bagian dinding jantung yang robek diberikan surgical glue agar jaringannya menyatu kembali dan tidak ada cairan dari luar jantung yang masuk ke dalam jantung tersebut,” ujarnya.

Untuk bahan bakunya, tim yang dibimbing Dr Prihartini Widiyantim, drg, M.Kes.S.Bio.CCD ini memilih lendir siput atau bekicot (Achatina sp.) yang dikombinasikan dengan sejumlah bahan lain seperti Sebacic Acid, Gliserol, Akriloil Klorida dan Photoinisiator.

Mengapa lendir siput? “Kami menggunakan lendir siput karena sesuai dengan karakteristik yang dicari dan jika diaplikasikan sebagai lem itu aman bagi tubuh,” terang Juliani.

Juliani menambahkan, lendir siput juga diakui memiliki banyak manfaat, utamanya dalam pembuatan produk kecantikan dan penanganan luka.

Mahasiswi angkatan 2015 tersebut menambahkan penelitian tentang lem operasi untuk pasien jantung bocor ini sebelumnya sudah pernah dilakukan di AS namun hanya menghasilkan polimer saja.

Dari sini, Juliani dan timnya mencoba mengembangkan lem dari polimer tersebut dengan menambahkan lendir siput agar lem ini memiliki sifat antibakteri, tingkat kerekatan yang tinggi sekaligus hydrophobic atau anti air.

Diyakini Juliani, tingkat keberhasilan lemnya baru berkisar 90 persen. “Untuk mengaplikasikannya ke dalam tubuh manusia harus ada tahap ujicoba hewan dan uji klinis (manusia) terlebih dahulu,” paparnya, seperti dikutip dari Detikhealth.

Untuk keperluan riset ini, Juliani dan rekan-rekannya mengaku menghabiskan dana kurang lebih sebesar Rp 12 juta. Sedangkan sejumlah kesulitan juga mereka hadapi selama proses percobaan, di antaranya pemesanan bahan kimia yang harus inden hingga 2-3 bulan serta peralatan laboratorium yang kurang lengkap sehingga menghambat tim ini untuk melakukan ujicoba sifat dari lem secepatnya.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: