Sketsa News
Home Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, Headlines, News Luhut Akui Pekerja Cina Bertebaran di Morowali

Luhut Akui Pekerja Cina Bertebaran di Morowali

@kemaritiman | Menko Luhut Tinjau PT. Industri Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali (09/02/17)

Sketsanews.com – Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengakui adanya warga negara asal Cina yang bekerja di Morowali, Sulawesi Tengah. Mereka bekerja membangun konstruksi pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter).

Menurut Luhut, temuan mengenai tenaga kerja asal Cina ini setelah berkunjung ke daerah Morowali, Sulawesi Tengah. “Saya menginap di situ, memang ada (pekerja Cina),” kata dia di Jakarta, Selasa (14/2).

Para pekerja Cina ini memang menjadi perhatian masyarakat sekitar. Namun, menurut Luhut, penggunaan tenaga kerja asal Cina itu bertujuan agar proses pembangunan smelter bisa berjalan lebih cepat. Apalagi, investasi smelter ini juga membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Ia menjelaskan, investasi Cina untuk membangun smelter di kawasan itu mencapai US$ 6 miliar. Hasilnya, pemerintah menargetkan sumbangan pajak hingga Rp 1,7 triliun tahun ini. Jadi, perlu dukungan agar  industri smelter tersebut bisa berlangsung baik.

Di sisi lain, Luhut mengatakan keberadaan pekerja asal Cina ini tidak akan  mematikan potensi masyarakat setempat. Alasannya, mereka juga melakukan transfer pengetahuan dan mendidik anak-anak di kawasan Morowali.

Bahkan, para pekerja tersebut akan kembali ke negaranya begitu pekerjaan konstruksi rampung “Itu mereka janji, setelah konstruksi akan menurun,” kata Luhut, melansir dari KataData.

Di tempat yang sama, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan tengah berupaya agar kawasan di Morowali dapat berkembang. Salah satunya dengan membangun tempat pendidikan, seperti politeknik, untuk melatih tenaga kerja lokal.

Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, harapannya warga sekitar bisa mengisi beberapa pos pekerjaan yang ada di lokasi industri Morowali. Apalagi potensi pengembangan industri di Morowali masih besar, seperti industri penunjang seperti pabrik kipas angin, panci, dan lain-lain.

“Dengan proyek yang ada, diharapkan mendukung industri tumbuh. Industri yang bisa melibatkan masyarakat setempat,” kata Airlangga.

Sebagai informasi, peringkat investasi Cina di Indonesia memang terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2016, peringkat Cina sebagai investor terbesar di Indonesia ada di posisi tiga. Sebelumnya, Cina ada di peringkat lima pada 2015 dan peringkat delapan pada 2014.

 

(in)

%d blogger menyukai ini: