Sketsa News
Home Berita Terkini, News Mahasiswa STIKES Kepanjen Tewas di Kamar Kos

Mahasiswa STIKES Kepanjen Tewas di Kamar Kos

Jenazah mahasiswa Stikes Kepanjen ketika di RSUD Kepanjen.(agung) | klikapa

Seorang mahasiswanya jurusan Keperawatan D3, Stikes, Kepanjen, Kabupaten Malang, ditemukan tewas di kamar kos temannya Sabtu, (21/1/2017). Mahasiswa semester satu itu adalah Mohammad Rifky Nurdiansyah, 24.

“Untuk kepastian penyebabnya belum tahu. Dugaan sementara karena minuman keras, tetapi tidak ada aroma alkohol. Kepastiannya masih kami selidiki,” jelas Kapolsek Kepanjen, Kompol Mas Akhmad Sujalmo di kamar mayat RSUD Kanjuruhan, Sabtu.

Menurut sejumlah temannya, korban yang tinggal di Jalan Letjend Panjaitan, Desa Gondanglegi Kulon, Gondanglegi. Ia ditemukan dalam posisi terkapar. Dari mulutnya tercium bau alkohol. Ada juga yang menyebut jika korban karena obat.

“Kalau obat kemungkinan juga tidak. Karena orang overdosis obat dan minuman bisa terlihat dari kedua matanya. Kondisi pupil matanya bersih dan bening,” sambung Sujalmo.

Menurut Sujalmo, keluarganya saat dimintai keterangan juga menyebutkan tidak ada riwayat penyakit yang akut. “Keluarga juga sudah kami tanya, ada tidak riwayat penyakit. Inilah sedang kami selidiki kematiannya,” katanya.

“Di tubuh korban sama sekali tidak ditemukan tanda kekerasan. Kami masih menyelidiki penyebab kematiannya dengan melakukan olah TKP ulang,” terang Sujalmo.

Menurut Bagas Wahyu Sanjaya, teman kuliah korban, sebelum ditemu terkapar korban datang ke tempat kosnya di Jalan Sidodadi, Kelurahan Panggungrejo, Kepanjen. Korban datang sendirian sekitar pukul 11.00 dengan naik motor Honda Mega Pro.
Ketika datang, korban mengatakan ingin menumpang tidur.

“Dia (korban) tidak bilang apa-apa. Hanya mengatakan mengantuk, lalu tidur di ruang garasi,” ujar Bagas.

Bagas tidak menaruh curiga apa-apa. Karena sudah menjadi kebiasaan korban datang menumpang tidur. “Termasuk tadi siang, dia tidak mengatakan apa-apa,” tuturnya.

Selang sekitar 30 menit, Bagas mengaku mencium bau alkohol. Ia lalu menghampiri korban yang tertidur. Saat dibangunkan korban sama sekali tidak bergerak. Tubuhnya sudah lemas.

“Saat itu masih ada nadinya, namun nafasnya sudah tidak ada,” katanya.

Bagas pun bergegas memanggil teman-temannya dan segera membawa korban ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Namun sampai rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Pihak rumah sakit yang curiga dengan kematian korban, menghubungi petugas Polsek Kepanjen. Termasuk memanggil Tim Identifikasi Polres Malang untuk melakukan pemeriksaan.

Usai dimintakan visum luar di kamar mayat RSUD Kanjuruhan Kepanjen, jenazah korban langsung dijemput oleh keluarga untuk dibawa pulang ke rumah duka.(agp/klikapa)

(in)

 

%d blogger menyukai ini: