Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hukum, News Mahfud MD : Diduga Halangi Penyidikan Setnov, Fredrich Diancam Hukuman 3 Tahun Bui

Mahfud MD : Diduga Halangi Penyidikan Setnov, Fredrich Diancam Hukuman 3 Tahun Bui

Fredrich Yunadi di kediaman setya novanto. ©2017 Merdeka.com/hari ariyanti

Sketsanews.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi sebagai tersangka dalam penyidikan tindak pidana sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek KTP-e atas tersangka Setya Novanto.

Pakar hukum tata negara Mahfud MD menyebut Fredrich dijerat dengan tuduhan melakukan obstruction of justice atau menghalang-halangi upaya penegakan hukum.

“Obstruction of justice itu ancaman hukumannya minimal kurungan tiga tahun. Maka sudah pastilah dapat tiga tahun,” kata Mahfud di kompleks Kepatihan, Yogyakarta, seperti dilansir Antara, Jumat (12/1).

Mahfud menjelaskan, sesuai Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002, KPK memiliki wewenang menjerat setiap orang yang berupaya menghalang-halangi upaya penegakan hukum dalam kasus korupsi.

Mahfud menegaskan, meski berprofesi sebagai pengacara, Fredrich tidak bisa menggunakan alasan menjalankan tugas profesi untuk menghindari proses hukum kliennya. Alasan profesi tetap tidak bisa menjadi pembenar seseorang melakukan tindak pidana yang merugikan negara.

Dia mencontohkan kasus korupsi yang dilakukan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar. Meski berprofesi sebagai hakim konstitusi dia tetap menjalani proses hukum di pengadilan, meski di sisi lain ia juga menjalani sidang etik yang memutuskan dia dipecat dari profesi atau jabatannya itu.

“Jadi tidak bisa berlindung di balik profesi. Jadi kasus hukumnya jalan, sidang etiknya jalan, itu dua jalur yang berbeda dalam hukum,” kata Mahfud yang juga Mantan Ketua MK ini.

Dilansir dari Merdeka, Mafhud menambahkan, dalam kasus Setya Novanto, aparat penegak hukum perlu memeriksa semua pihak yang diduga telah terlibat menghalang-halangi proses hukum mantan ketua DPR RI itu.

KPK mengendus kejanggalan dalam perawatan Novanto di RS Medika Permata Hijau. Dokter yang memberikan penanganan medis bagi Novanto, Bimanesh dan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi diduga melakukan manipulasi data medis.

“Saya sudah pernah katakan, harus diperiksa semua dokternya, pengacaranya, penjaga rumahnya, pengawalnya, sopirnya, jangan-jangan ada konspirasi,” kata dia.

(Ad)