Sketsa News
Home Berita Terkini, News Majunya Agus Yudhoyono di Pilgub jadi bahan buat serang SBY

Majunya Agus Yudhoyono di Pilgub jadi bahan buat serang SBY

Sketsanews.com, jakarta – Majunya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam ajang Pilgub DKI membuat Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seolah mendapat banyak serangan. Banyak pihak seolah ketakutan majunya putra sulung SBY itu dalam perebutan kursi pimpinan di ibu kota.

Kondisi itu kini dirasakan para kader Partai Demokrat. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf menyebut, salah satu serangan kepada SBY yakni demo dilakukan massa mahasiswa. Sebab demo itu dilakukan di depan rumah SBY kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, dan diduga ditunggangi aktor politik.

“Kalau menurut saya ini tiba-tiba semuanya menjadi begini seperti ini sejak AHY (maju sebagai) calon gubernur DKI,” kata Nurhayati di Gedung DPR, Jakarta, Selasa kemarin.

SBY belakangan ini kerap menyebut dirinya merupakan korban pelbagai aksi. Bukan hanya demo, ketua umum Partai Demokrat ini bahka disebut aktor menunggangi aksi 4 November tahun lalu.

Bahkan, kata SBY, serangan kepada dirinya paling gencar melalui media sosial. Sehingga banyak pengguna media sosial mengolok-olok dirinya dan para penyerang itu diibaratkannya sebagai mesin penghancur.

“Ada invisible group, sebuah kekuatan yang tidak kentara. Bergerak sebagai mesin penghancur,” kata SBY.

Bukan hanya itu, SBY juga merasa sebagai korban penyadapan. Ini bermula ketika sidang Basuki T Purnama ( Ahok), terdakwa penistaan agama, menyebut ada kongkalikong antara Ketua MUI Ma’ruf Amin dan SBY. Bahkan tim penasihat hukum Ahok mengaku memiliki data hubungan Ma’ruf Amin dan SBY.

Melihat kondisi ayahnya mengklaim sebagai korban penyadapan, Agus akhirnya berkomentar. Dia menegaskan penyadapan ilegal merupakan tindakan melanggar undang-undang dan mencederai demokrasi di Indonesia.

“Apa jadinya demokrasi di Indonesia kalau praktik-praktik penyadapan dilakukan secara ilegal, secara seenaknya dengan motivasi apapun,” kata Agus, Jumat pekan lalu.

Dia menilai penyadapan ilegal ini sebagai suatu bentuk ancaman dan dapat menghancurkan bangsa Indonesia. Dia khawatir semua orang bisa disadap dengan tujuan untuk menjatuhkan.

“Bisa dihancurkan liberty kita atau pun hak-hak sipil kita. Ini akan menghancurkan kita semua dan bangsa ini tentunya. Tidak akan bisa maju ke depan jika dalam sehari-harinya kita selalu dilukai dengan praktik-praktik melanggar konstitusi,” beber suami Annisa Pohan ini.

Agus berharap agar hal seperti itu tidak kembali terjadi di Tanah Air. “Kita semua berharap jangan sampai ini menjadi praktik yang menjadi norma di negeri kita, negeri yang demokratis, negeri yang panglimanya hukum,” terangnya.dikutip dari merdeka.com

[Tb]

%d blogger menyukai ini: