Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Foto, Headlines, Hukum, News Malu-maluin Almamaternya, Ini Dwi Hartanto, Mahasiswa yang Bohong Soal Prestasi Antariksa

Malu-maluin Almamaternya, Ini Dwi Hartanto, Mahasiswa yang Bohong Soal Prestasi Antariksa

Sketsanews.com, Jakarta – Dwi Hartanto belakangan ramai diperbincangkan akibat berbohong mengenai aneka prestasi mentereng di bidang antariksa. Bagaimana sosoknya?

Dwi adalah mahasiwa doktoral di Technische Universiteit Delft Belanda. Selama ini kabar mengenai Dwi lekat dengan cerita manis mulai mengenai pretasinya dalam membuat Satellite Launch Vehicle/SLV (Wahana Peluncur Satelit) sampai menang di Kompetisi Antar-Space Agency Luar Angkasa. Muncul juga klaim bahwa dia mengantongi paten di bidang di bidang spacecraft technology. (Foto: dok. Istimewa)

 

Dwi bahkan sampai mendapatkan penghargaan dari KBRI Den Haag. Belakangan diketahui, cerita manis mengenai Dwi itu hanya bohong semata. Konsentrasi jurusan yang diambil Dwi saja bukan mengenai kedirgantaraan melainkan bidang interactive inteligence (Foto: dok. Istimewa)

 

Kabar mengenai pertemuan Dwi dengan BJ Habibie mengemuka pada Desember 2016 di salah satu situs berita di tanah air. Dalam surat klarifikasinya dan permintaan maaf atas kebohongannya, Dwi turut menjelaskan mengenai pertemuan itu. Dwi mengakui, dialah yang ingin bertemu BJ Habibie. (Foto: Dwi Hartanto dan BJ Habibie/Istimewa)

 

Dwi juga juga pernah mengklaim ditawari kewarganegaraan oleh Belanda. Tawaran itu, menurut Dwi di cerita itu, berkaitan dengan riset yang dilakukannya mengenai jet tempur eurofighter. Dia juga menyebut mendapatkan paten serta mendapatkan beasiswa yang berasal dari pemerintah Belanda.(Foto: dok. Istimewa)

 

Dwi juga pernah mengklaim dia mendesain pesawat tempur modern generasi keenam. Dia juga mengklaim memenangi Kompetisi Antar-Space Agency Luar Angkasa DLR pada Juni 2017. (Foto: Dwi Hartanto/Istimewa)

 

Dwi, yang kebohongannya terungkap, membuat surat permohonan maaf dan pengakuan aneka klaim kepalsuan. “Saya memanipulasi template cek hadiah yang kemudian saya isi dengan nama saya disertai nilai nominal EUR 15000, kemudian berfoto dengan cek tersebut. Foto tersebut saya publikasikan melalui akun media sosial saya dengan cerita klaim kemenangan saya,” ujar Dwi. (Foto: Dwi Hartanto/Istimewa)

 

Belakangan diketahui semua prestasi yang disebutkan Dwi hanyalah isapan jempol belaka. KBRI Den Haag Belanda pun akhirnya mencabut penghargaan yang diberikannya. Surat itu diteken Duta Besar I Gusti Agung Wesaka dan ditetapkan pada 15 September 2017. Keputusan ini dipublish di laman resmi KBRI Den Haag pada 5 Oktober 2017 lalu. (Foto: Dwi Hartanto/Istimewa)

(eLv/detikNews)

%d blogger menyukai ini: