Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News “Mas Mari Jualan di Papua, di Sana Banyak yang Idolakan Ahok” Sangat Laris!

“Mas Mari Jualan di Papua, di Sana Banyak yang Idolakan Ahok” Sangat Laris!

Sketsanews.com – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bisa jadi nama orang yang banyak disebut-sebut di Tanah Air belakangan ini. Meski sosoknya sangat kontroversial, ternyata mantan politikus Gerindra itu masih memiliki banyak penggemar. Bukan hanya di Jakarta, di Sorong Papua pun, sosok nampaknya begitu digandrungi. Salah satu buktinya, kemeja kotak-kota khas Ahok itu kini manis di Papua, khususnya di Kota Sorong.

SIANG itu sinar matahari terasa sangat panas dan debu berterbangan di depan Bandara Domine Eduard Osok (DEO), Sorong. Kendaraan yang parkir di sepanjang jalan bandara pun terlihat sangat jarang. Namun di sebelah kiri pintu masuk bandara terlihat keramaian. Sekitar 30 orang berdiri di situ. Setelah dicaritahu orang-orang yang tersebut ternyata sedang melihat-lihat  kemeja yang dijual dengan desain khusus untuk penggemar dan idola Ahok-Djarot (Cagub-Cawagub DKI Jakarta).

Dengan rasa penasaran, Radar Sorong (Jawa Pos Group) pun mulai berbincang dengan penjual yang berasal dari Medan itu. Pemuda itu bernama, Amos Pangaribuan. Dari ceritanya, Kamis (2/2), Ia menuturkan,  baju yang terjual laris itu adalah hasil desain sendiri setelah melihat banyak orang mengidolakan pasangan calon gubernur DKI Jakarta No. Urut 2 itu.

Awalnya dirinya mendesain kemeja khas itu pada bulan September di Jakarta dan dijualnya di lokasi dekat kediaman Ahok. Saat berjualan di Jakarta, kemeja khas dengan perpaduan warna partai pengusung itu banyak diminati oleh artis dan pengusaha yang dalam sikap poliltik mereka mendukung pasangan Ahok-Djarot.

Desain kemeja Ahok (begitulah dirinya menamai baju yang didesain sendiri) dicekat dengan berbagai macam ukuran mulai dari anak-anak sampai orang tua dengan harga yang berfariasi pula. Untuk ukuran orang dewasa dikenakan harga Rp 150 ribu untuk lengan pendek dan Rp 190 untuk lengan panjang.

Untuk ukuran remaja, Rp 100 ribu untuk lengan pendek dan Rp 140 ribu untuk lengan panjang. Setelah berjualan selama 4 bulan sampai bulan Desember, dirinya ditegur oleh petugas karena tahapan Pilkada yang sudah mulai dekat. “Mereka larang saya katanya pilkada sudah dekat jadi jangan jual kemeja yang didesain sama dengan seragam kampanye Ahok-Djarot,”tandasnya.

Setelah berhenti jualan di kediaman Ahok, Amos memilih untuk berjaualan secara Online. Dari penjualan online banyak yang memesan kemeja tersebut. Dari sekian banyak orang yang memesan kemeja Ahok sebagian besar adalah orang Papua yang mengaku sangat simpati dengan Ahok. “Mas jualan saja di Papua dari pada kami pesan terus barangnya lama sampai di sini, di sini banyak yang mengidolakan Ahok,” tuturnya meniru obrolannya di Facebook dengan salah seorang pembeli yang berada di Kota Sorong.

Setelah ditawar untuk jaualan di Papua, Amos langsung menghubungi kakaknya yang bekerja di Dinas Kehutanan Kota Sorong. Setelah itu dirinya pun langsung ke Kota Sorong pada tanggal 30 Januari lalu. Setibanya di Kota Sorong, sebagai orang baru, Ia pun  memilih untuk berjalan-jalan terlebih dulu sebelum jualan. Selanjutnya mulai 1 Februari lalu, Ia pun mulai jualan.

Dengan menggunakan Mobil Avanza milik kakaknya, hari pertama jualan  di taman DEO mulai pukul 10.00 sampai pukul 11.00 WIT, terjual sebanyak 15 kemeja. “Saya tidak sangka hanya sejam jualan di sini mas sudah 15 buah yang laku, ternyata benar ya di sini banyak yang ngefens sama pak Ahok,” katanya sambil tertawa.

Sementara dari keterangan, Lyla salah seorang pembeli mengatakan, dirinya merasa senang setelah dapat memiliki kemeja Ahok. “Saya senang sekali mas selama ini saya hanya lihat di TV dan ingin sekali beli tapi tidak ada yang jual di sini, sekarang saya sudah senang karena mas jual kemeja Ahok di sini,”ujarnya sambil tersenyum.

Dari pantawan Radar Sorong, selama perbicangan dengan penjual berlangsung, orang-orang yang hendak melintas sesekali mampir untuk melihat sebentar kemeja Ahok. Ada juga yang lihat dan meminta penjualnya untuk tunggu kerena mau mengambil uang dan kembali membeli kemeja Ahok. “Pak Ahok saya punya fans berat eeee, mas ini berapa kah, mas jangan dulu jalan e sebentar saya datang ambil saya mau pulang ambil uang dulu,”kata seorang pembeli. (Ags)

%d blogger menyukai ini: