Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Tekno-Sains Masya Allah, Alquran dan Sains Jelaskan Retakan-Retakan yang Terjadi di Bumi

Masya Allah, Alquran dan Sains Jelaskan Retakan-Retakan yang Terjadi di Bumi


(Foto: Reuters)

Sketsanews.com, Jakarta  —  Menurut para pakar geologi, Bumi pada masa purbakala hanya terdiri atas satu segmen saja. Jutaan tahun kemudian dan akibat dari tekanan dahsyat di perut Bumi, kulit Bumi menjadi retak.

Hal itu terus berlangsung sampai sekarang hingga terbentuk benua-benua dan samudra-samudra seperti yang manusia ketahui saat ini. Dalam buku ‘Sains dalam Alquran‘ yang ditulis Nadiah Thayyarah mengungkap mengenai salah satu ayat Alquran.

“Dan Bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,” Surah At-Tariq Ayat 12.

Dijelaskan bahwa saat manusia menanam benih di tanah dan menyiraminya dengan air, volume tanah akan bertambah dan kemudian retak, lalu membentuk jalan keluar untuk tunas benih tersebut. Jika fenomena ini tidak terjadi, mustahil benih itu bisa tumbuh menghasilkan tanaman.

Jadi, retakan adalah salah satu sarana untuk memberikan ventilasi bagi tanah dan memperbarui kesuburannya.

Bumi mempunyai lapisan terluar yang padat. Lapisan ini kemudian terbelah menjadi banyak lempeng yang membentang sepanjang ratusan ribu kilometer dan memiliki kedalaman sekira 65 sampai 150 kilometer dari semua arah.

Anehnya, lempeng tersebut saling menyambung satu sama lain seolah seperti satu lempeng utuh dan yang diserupakan oleh ulama seperti guratan pada bola tenis.

Lempeng ini menjadi salah satu faktor penting mengapa Bumi bisa didiami dan dijadikan tempat kehidupan. Ia adalah retakan pada lapisan terluar Bumi yang bersifat padat.

Ia bukan retakan biasa, melainkan dihasilkan oleh gerakan baik vertikal maupun horizontal pada bagian lapisan terluar Bumi.

Pakar geologi masa kini telah menemukan bahwa Bumi terbelah hingga menjadi 24 retakan dengan berbagai benua dan samudra berpusat di atasnya, seperti Amerika, Afrika, Asia, Eropa, Arabia, India dan Australia.

Ilmu pengetahuan modern juga telah mengungkap adanya lempeng-lempeng di dasar samudra yang panjangnya mencapai puluhan ribu kilometer dengan kedalaman antara 65 hingga 150 kilometer. Seandainya lempeng-lempeng ini tidak ada, Bumi akan meletus seperti bom atom sejak awal kejadiannya saat kulit terluar kering.

Seperti dikutip dari laman Okezone, tak aneh bila kemudian Allah bersumpah atas kebenaran ilmiah yang mengagumkan ini, yaitu kebenaran yang dimensi-dimensinya belum bisa diungkap oleh kalangan ilmuwan kecuali pasca-Perang Dunia II. Bahkan, penelitian mereka terus berlanjut hingga lebih dari 20 tahun berselang sampai berhasil merumuskan teori lempeng secara sempurna. Padahal, Alquran telah mengemukakan kebenaran itu lebih dari 1.400 tahun yang lalu.

[As]

%d blogger menyukai ini: