Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Tekno-Sains Masya Allah, Hadits dan Sains Jelaskan Hewan Kurban Tak Merasa Sakit saat Disembelih

Masya Allah, Hadits dan Sains Jelaskan Hewan Kurban Tak Merasa Sakit saat Disembelih


(Foto: Dedhez Anggara/Antara Foto)

Sketsanews.com, Jakarta  —  Setiap tahun umat Islam merayakan hari raya Idul Adha. Hari raya ini disyariatkan umat Islam untuk menyembelih hewan kurban seperti kambing, domba, sapi atau unta.

Seperti diketahui, sebelum terhidang makanan dengan menu daging kambing atau sapi, hewan tersebut melalui tata cara penyembelihan terlebih dahulu. Dari cara-cara menjagal hewan kurban, tata cara penyembelihan dalam Islam rupanya tidak menyakiti hewan tersebut.

Fakta tersebut ditemukan oleh dua ilmuwan Jerman bernama Profesor Wilhelm Schulze dan Dr. Hazim dari Universitas Hanover, Jerman. Mereka berdua membandingkan penyembelihan hewan konvensional di barat dengan penyembelihan sesuai syariat Islam. Keduanya ingin membandingkan metode manakah yang lebih manusiawi.

Sebagai perbandingan, dalam syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan pisau yang tajam, dengan memotong 3 saluran pada leher, yaitu saluran makan, saluran napas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu arteri. Dalam metode konvensional barat, penyembelihan biasanya dilakukan dengan Pistol listrik untuk membuat hewan pingsan.

Untuk mendapatkan hasil yang valid, kedua peneliti memasang microchip yang disebut Electro Encephalograph (EEG). EEG dipasang di otak untuk merekam rasa sakit ketika disembelih. Di bagian jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.

Hasilnya? Penyembelihan sesuai syariat Islam tidak menimbulkan rasa sakit pada hewan yang dikurbankan. Pasalnya, Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini mengindikasikan tidak ada rasa sakit.

Pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan tidur. Setelah itu, EEG pada merekam adanya penurunan grafik secara bertahap hingga sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran.

Di sisi lain, penyembelihan konvensional ala barat menunjukkan peningkatan grafik EEG yang signifikan. Hal ini mengindikasikan adanya rasa sakit. Di pengujian ECG, grafik menunjukkan penurunan grafik, yang mengakibatkan jantung kehilangan kemampuan untuk menarik darah. Alhasil, darah tidak mampu keluar sehingga membuat daging tidak aman dikonsumsi. Demikian seperti dikutip Oocities.

Dalam salah satu hadits menunjukkan bahwa penjagal hewan kurban harus berbuat baik serta mempertajam pisau. “Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal. Jika kalian membunuh maka bunuhlah dengan ihsan, jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan ihsan. Hendaknya kalian mempertajam pisaunya dan menyenangkan sembelihannya.” (HR. Muslim).

[As]

%d blogger menyukai ini: