Sketsa News
Home Analisis, Berita, Berita Terkini, Headlines, News Membongkar Dalang di Balik Layar Kasus Saracen

Membongkar Dalang di Balik Layar Kasus Saracen

Sketsanews.com, Jakarta – Berita tentang terbongkarnya bisnis penyebar ujaran kebencian dan berita Hoax ramai dibicarakan di media baik cetak maupun elektronik. Dan yang tidak kalah pentingnya berita tersebut menjadi viral di media sosial.

Seperti yang diungkapkan oleh Presiden Jokowi bahwa Saracen merupakan masalah yang mengerikan sehingga harus diungkap sampai ke akar-akarnya.

“Individu saja sangat merusak kalau informasinya itu tidak benar, bohong apalagi fitnah. Apalagi yang terorganisasi ini mengerikan sekali. Kalau dibiarkan mengerikan,” kata Jokowi di silang Monas, Jakarta, Minggu (27/8/2017).

“Saya sudah perintahkan kepada Kapolri diusut tuntas, bukan hanya Saracen saja, tapi siapa yang pesan. Siapa yang bayar. Harus diusut tuntas,” ucap Jokowi, dikutip dari laman Kompas.

Ketua Setara Institute Hendardi menganggap konten ujaran kebencian yang disebarkan kelompok Saracen melalui media sosial sangat berbahaya dengan kondisi masyarakat Indonesia saat ini.

“Pekerjaan kelompok Saracen merupakan kejahatan serius karena implikasi yang ditimbulkan dari konten kebencian adalah ketegangan sosial, konflik, diskriminasi, xenophobia dan kekerasan,” ujar Hendardi melalui keterangan tertulis, Senin (28/8/2017).

Namun yang menjadi tanda tanya besar adalah siapa sebenarnya yang berada di belakang kasus Saracen ini.

Akhirnya dengan berbagai cara Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap tiga orang dari kelompok Saracen, sindikat penyedia jasa konten kebencian.

Ketiga orang anggota kelompok Saracen yang ditangkap kepolisian yaitu dua orang laki-laki, Jasriadi (32), Muhammad Faizal Tanong (43), dan satu orang perempuan, Sri Rahayu Ningsih (32).

Ketiganya ditangkap di lokasi dan waktu yang berbeda-beda, Faizal ditangkap di Koja, Jakarta Utara pada 21 Juli 2017. Jasriadi ditangkap di Pekanbaru, Riau pada 7 Agustus 2017. Sri ditangkap di Cianjur, Jawa Barat, pada 5 Agustus 2017.

Menurut Kabag Mitra Biro Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Awi Setiyono bahwa kelompok Saracen ini disinyalir menerima pemesanan dari kelompok tertentu untuk membuat konten berujar kebencian.

Namun belakangan, Akun @plato_id membongkar siapa sebenarnya Saracen dan Otak dibalik Saracen serta siapa yang membiayai Saracen ini.

@plato_id mengungkapkan lebih jauh, apa sebenarnya dibentuk saracen ini. Saracen sebenarnya dirancang untuk menutup-nutupi pemberitaan Hutang Negara agar Rakyat tidak tahu dan juga agar menutup-nutupi Korupsi Rezim Jokowi agar tidak terendus oleh Rakyat, oleh karena itu dibuatlah saracen agar Penggiringan Opini tidak ke arah Hutang dan Korupsi Rezim Jokowi.

Sunny Tanuwidjaja, salah satu mantan ‘Orang Dekat’ Ahok, disebut-sebut sebagai Pembiaya Kelompok Penyebar Isu hoax dan SARA, Saracen.

Sunny Tanuwidjaja bersama Cyrus Network dan juga Gun Romli membiayai Saracen untuk Menyebarkan berita Hoax dan Isu SARA.

Setelah Mencuatnya Tulisan @plato_id, dan Sunny merasa terganggu dengan pemberitaan yang ada, akhirnya Sunny meminta kepada sang Donatur agar kasus tersebut tidak mengarah ke dirinya.

Ini terbukti atas pemberitaan sebagaimana yang diliput oleh Detik.com yang sebelumnya akan segera membongkar Pemesan Ujaran Kebencian di saracen tiba-tiba mengaku kesulitan untuk membongkarnya.

Kesimpulan

Berdasarkan data di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa Kasus Saracen ini merupakan perseteruan tingkat tinggi yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang punya kepentingan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mereka mencoba membenturkan berbagai pihak dengan berita hoax, sebagai contoh artikel investigasi yang ditulis Allan Nairn soal rencana peggulingan Presiden Joko Widodo oleh sejumlah pensiunan dan perwira tinggi aktif di TNI adalah informasi bohong atau hoax.

Artikel itu berjudul Trump’s Indonesian Allies In Bed With ISIS-Backed Militia Seeking to Oust Elected President (Sekutu Trump di Indonesia Seranjang dengan Milisi Dukungan ISIS Berusaha Gulingkan Presiden Terpilih) dan dimuat di situs Theintercept.com.

Berita terakhir adalah tentang fatwa MUI yang mengharamkan memasang bendera di masjid-masjid, ini merupakan berita bohong yang sebenarnya ingin membenturkan MUI dengan masyarakat.

Jadi bisa ditarik benang merah siapa yang berada di balik layar Kasus Saracen mereka adalah orang-orang yang ingin menguasai Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi wilayah jajahannya.

(Jp)

%d blogger menyukai ini: