Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, Hukum, News Migran, Fenomena Baru Perdagangan Manusia

Migran, Fenomena Baru Perdagangan Manusia

Turki tangkap 200 migran gelap

Sketsanews.com, Jakarta – Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto mengatakan, ada fenomena baru dari pelaku perdagangan manusia. Saat ini lebih cenderung sebagai Migran Ekonomi.

Saat melakukan kunjungannya ke Markas Kepolisian Selandia Baru beberapa waktu lalu, mantan Wakabareskrim ini juga menyatakan beberapa temuannya. “Salah satunya pada 9 Agustus 2017 silam. Saat itu, kapal berbendara Srilangka terdampar di laut Nias Utara,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (6/12/2017).

Berdasarkan data Bareskrim Mabes Polri, kapal itu mengangkut penumpang berkewarganegaraan Srilangka sejumlah 33 orang. Dari hasil pemeriksaan diketahui, para imigran gelap tersebut bertolak ke New Zeland. Perjalanan tersebut diorganisir oleh warga negara Srilanka berinisial J.

Pengorganisiran, pembayaran dan pemberangkatan berlokasi di Srilanka. Para calon imigran gelap asal Srilanka tersebut membayar tak murah. Antara 300.000 Rupee setara dengan Rp27 juta sampai dengan 500.000 Rupee setara dengan Rp43 juta.

Bukan hanya itu, Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Mabes Polri juga telah mengungkap aksi ilegal lainnya. Pada 26 Oktober 2017, sebanyak 41 orang asal Vietnam rencananya akan diselundupkan ke New Zealand. Tapi kemudian, kapal yang mengangkut terdampar di pulau Tablolong NTT. Kasus itu saat ini masih dalam proses penyidikan.

Meski demikian, Ari tidak menampik berbagai hambatan yang dihadapi untuk menanggulangi ini semua.

“Penanggulangan kasus perdagangan manusia terbentur beberapa kendala. Mulai dari alat yang sudah out of date. Ini menghambat proses pengungkapan dan penindakan pelaku perdagangan manusia,” jelas Ari.

“Selain itu, kurangnya personil. Serta intensifitas koordinasi antara Indonesia dengan Selandia Baru. Semuanya mesti segera diharmonisasi. Untuk penyegeraan pengungkapan para pelaku perdagangan manusia,” tambahnya.

(Ro)

%d blogger menyukai ini: