Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Pendidikan Milat Teater Padma MAN 1 Kota Kediri, Sebuah Panggung Gagasan

Milat Teater Padma MAN 1 Kota Kediri, Sebuah Panggung Gagasan

Ist

Sketsanews.com, Kediri – Teater Padma MAN 1 Kota Kediri menggelar milad ke 15 pada hari Minggu (20/8/2017). Acara yang digelar di aula sekolah tersebut diikuti oleh beberapa teater sekolah yang lain.

Teater sekolah atau lebih lazim disebut ekskul teater merupakan salah satu kelompok teater yang menjadi tempat berkembangnya seni pertunjukan teater. Tujuannya untuk menjadi ajang pengembangan diri para siswanya melalui kegiatan seni pertunjukan drama.

Acara yang bertajuk Teater Sebuah Panggung Gagasan tersebut ingin mengajak para pekerja teater unruk memahami bahwa kerja teater merupakan proses transformasi sosio-budaya atau sebuah penggalian terhadap kemungkinan-kemungkinan melalui pergesekan pemikiran (wacana), bahasa sebagai media rasionalisasi, tubuh sebagai media ekspresi dan keterlibatan imajinasi menuju suatu bentuk yaitu teater. Sehingga kerja teater diharapkan mampu mencapai suatu pemaknaan kembali terhadap suatu realitas di atas panggung.

Teater Padma dibawah bimbingan Agoezt Harystz menampilkan monolog “Indonesiaku Menangis”, Musikalisasi Puisi “Hujan Di ujung Luka” dan drama “Pada Sebuah Perbatasan. Selain Teater Padma ada beberapa komunitas teater sekolah yang menampilkan karyanya, diantaranya adalah teater IA menampilkan “Pemberontak”, teater Veteran ” Perahu Retak Perahu Karam Nusantara”, teater Gondoarum menampilkan pembacaan puisi, teater Batas “Boneka”, teater Terbang ” Akhir Certa”, teater Baut “Psikopat”, teater Cakra “teater by Request”, teater Tas “Ada Balada Ibu yang Dibunuh”.

Pada acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa pelaku teater dari daerah lain sekitar Kota Kediri, seperti dari Nganjuk, Blitar, Jember dan juga dari kota Kediri. Agoez Harystz selaku pelatih Teater Padma mengatakan bahwa sesuai tema yang diusung yaitu Teater Sebuah Panggung Gagasan, kegiatan semacam ini berorientasi untuk mengajarkan para siswa dalam menghargai proses berteater.

Dikutip dari Pojokpitu, “Berteater tidak sekedar mengejar jam tayang untuk pentas, ada pembelajaran bagaimana menghargai proses, penguatan pendidikan karakter, kerja tim, dan juga belajar disiplin waktu,” tandasnya.

Senada dengan hal itu pelaku teater dan penyair dari Nganjuk Agus Rego Ilalang juga mengatakan dalam kerja seni atau teater khususnya dibutuhkan sebuah kesetiaan. Kesetiaan untuk berproses dalam menjalani kehidupan berteater. “Saya berharap para pelajar mampu menjadi generasi penerus bagi para pendahulunya, jangan hanya berhenti pada satu pementasan berproses dan terus berproses,” ungkapnya.(Ro)

%d blogger menyukai ini: