Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News Nama Kabakamla Disebut di Sidang, KPK Koordinasi dengan POM TNI

Nama Kabakamla Disebut di Sidang, KPK Koordinasi dengan POM TNI

Sketsanews.com,Jakarta – Nama Kepala Badan Keamanan Laut (Kabakamla) Laksdya Arie Soedewo disebut dalam surat dakwaan kasus suap pengadaan proyek monitoring satelit di Bakamla. KPK pun akan menindaklanjutinya dengan koordinasi ke Polisi Militer (POM) TNI.

“Penanganan perkara suap Bakamla, kami koordinasi dengan POM TNI, koordinasi tukar info dan bukti. Ada yang diproses POM TNI satu orang,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (13/3/2017).

“Kalau ada pihak lain di ranah sipil (ditangani) KPK. Kalau ranah militer tentu koordinasi lanjut POM TNI,” imbuhnya.

Perihal kasus itu, nama Kabakamla disebut ikut mengatur soal jatah. Hal itu terungkap dalam surat dakwaan yang dibacakan pagi tadi dalam sidang di PN Tipikor dengan terdakwa Fahmi Darmawansyah.

“Pada saat itu Arie Soedewo menyampaikan dari jatah 15 persen dari nilai pengadaan untuk Bakamla mendapatkan jatah 7,5 persen dan akan diberikan terlebih dahulu sebesar 2 persen. Kemudian Arie Soedewo meminta Eko menghubungi terdakwa (Hardy Stefanus) dan Muhammad Adami Okta untuk menyampaikan jika sebesar 2 persen diberikan kepada Eko Susilo Hadi,” kata jaksa KPK.

Kemudian, Fahmi memenuhi permintaan tersebut. Lalu Eko melaporkan hal itu kepada Arie. Mendengar itu, Arie meminta Eko memberikan masing-masing Rp 1 miliar kepada Bambang Udoyo dan Nofel Hasan (Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi di Bakamla).

“Selanjutnya Arie Soedewo menyampaikan kepada Eko Susilo Hadi untuk memberi Nofel Hasan dan Bambang Udoyo masing-masing Rp 1 miliar,” kata jaksa KPK sembari menambahkan jatah untuk Eko adalah Rp 2 miliar.

Tentang hal itu, Bakamla membantahnya. “Namanya seorang Kabakamla, orang nomor satu di Bakamla, arahan pasti ada. Tapi arahan bukan nggak benar. Sesuai aturan dan normatif banget,” ungkap Kabiro Umum Bakamla Kolonel L Suhardi saat dimintai konfirmasi.
(Ags)

%d blogger menyukai ini: