Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Peristiwa Nenek Ginting Dipungut Rp 700 Ribu oleh Petugas Makam

Nenek Ginting Dipungut Rp 700 Ribu oleh Petugas Makam

Makam

Sketsanews.com, Jakarta – Nenek Gina Ginting (63) harus menelan ludah ketika disodori kuitansi pembayaran oleh seorang oknum petugas harian lepas (PHL) TPU Tegal Alur Jakarta Barat dengan nominal bertuliskan Rp 700 ribu.

Jumlah uang sebesar Rp 700 ribu itu untuk merawat dua makam. Satu perawatan makam sebesar Rp 350 ribu. Menurutnya uang sebesar itu begitu sangat besar baginya, karena ia bukan janda pensiunan yang memiliki uang setiap bulannya.

“Ini yang selalu jadi pikiran saya ketika belum ada uang untuk bayar,” kata Nenek Ginting menceritakan dugaan pungli kepada wartawan, Jumat, (18/8).

Nenek Ginting mengatakan uang sebesar Rp itu untuk membayar pemeliharaan dan perawatan rumput makan satu tahun. “Ini sudah tahun ke tujuh saya bayar,” cerita Nenek Ginting yang diwajahnya sudah penuh gari kriput.

Tanpa banyak kata, janda tua ini menunjukkan selembar kwitansi yang baru diterimanya dari seorang oknum petugas harian lepas (PHL) TPU Tegal Alur. Dalam kuitansi itu tertulis untuk pembayaran penyiraman dan pupuk yang
ditandatangi PHL bernama Madi.

Nenek Ginting menuturkan, pembayaran Rp 700 ribu untuk perawatan makan itu memang tidak sekaligus. Ia harus membayat dua kali pada bulan berbeda. Rp 350 ribu untuk makam anaknya dibayar di bulan Agustus dan Rp 350 ribu untuk makan suaminya dibayar di bulan November. “Kalau tidak bayar takutnya makam suami dan anak saya diapa-apain,” keluhnya.

Ketika dikonfirmasi masalah biaya ini, Sulaiman, petugas TPU Tegal Alur mengaku pungutan dana tersebut bentuk sukarela dari ahli waris. Menurutnya pembayaran itu itu untuk membeli pupuk bagar selalu hijau. Karena untuk pemeliharaan rumput makam anggarannya tidak ada. “Kalau anggaran dari pemda itu pemotongan rumput secara global,”

Kepala Suku Dinas Kehutanan Jakarta Barat Aris Firmansyah mengaku kaget mendengar masih adanya oknum yang nekat melakukan pungli kepada ahli waris di TPU Tegal Alur. Aris berjanji akan menindak tegas oknum PHL yang terbukti meminta biaya pemeliharaan makam.

Seharusnya kata dia pengutan liar tidak dilakukan oleh PHL karena mereka sudah digaji oleh dinas. Untuk itu ia akan menurunkan tim untuk membuat berita acara pemeriksaan terhadap oknum PHL yang nakal. “Mereka sudah digaji dan harus terima hukuman sesuai kesalahannya,” katanya. Dikutip dari Republika.

(Eni)

%d blogger menyukai ini: