Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Pendidikan Ngenes…72 Tahun Merdeka, SDN 2 Tamblang Masih Beratap Seng

Ngenes…72 Tahun Merdeka, SDN 2 Tamblang Masih Beratap Seng

RUSAK: Kadisdikpora Buleleng Saat Meninjau Lokasi SDN 2 Tamblang beberapa waktu lalu (Istimewa)

Sketsanews.com, Tambalang – Lagi-lagi dunia pendidikan di Buleleng menjadi sorotan. Yakni, Sekolah Dasar Negeri 2 Tamblang yang terletak di Dusun Kelampuak, Desa Tamblang, Kubutambahan ini mengalami kerusakan dan tidak memiliki standar sekolah layaknya.

Untuk itu, pihak sekolah pun berharap ada bantuan untuk melakukan renovasi. Hal itu dilontarkan langsung sang Kepala Sekolah SDN 2 Tamblang Ketut Darmawan.

Katanya, sekolahnya kini menampung siswa sejumlah 111 dari 6 kelas yang ada. Para siswa mengeluhkan, selain beratap seng, saat musim hujan juga banyak yang bocor.

“Mereka kurang nyaman saat belajar karena banyak atap yang bocor dan suara air hujan yang ribut menimpa seng,” ungkapnya.

Sekolah yang luasnya mencapai 22 are ini sebelumnya pernah dilakukan renovasi hanya di lantai saja, yakni pemasangan keramik.

Padahal, sekolah ini sudah dibukan dari tahun 1946. “Jadi, mohon kepada pemerintah untuk segera di renovasi gedung sekolah ini. Sehingga, situasi belajar mengajar lebih kondusif,” harapnya.

Hal tersebut dianggap mendesak karena sekolah tersebut juga kekurangan ruang guru. Hingga saat ini, pihak sekolah biasanya menggunakan ruangan kelas sebagai ruangan guru.

Kadisdikpora Buleleng Gede Suyasa saat dikonfirmasi mengatakan yang paling mendesak dalam kaca matanya adalah menyelesaikan senderan di belakang gedung sekolah karena kondisinya agak curam.

Yang kedua, Kadisdikpora Buleleng juga mengakui bahwa bangunan tersebut adalah bangunan tua yang terlihat dari beberapa kayu yang sudah keropos.

Dilansir dari Radarbali, “Nanti saya akan kirimkan tim konsultan dulu, apakah ini masuk dalam kategori rusak ringan, sedang atau rusak berat,” ungkapnya.

Apabila sudah masuk dalam kategori rusak sedang, apalagi rusak berat, maka bisa dilakukan rehabilitasi. “Ini nanti tergantung dari hasil pengkajian dari tim konsultan kami nanti,” terangnya.

Tim konsultan nantinya akan bekerja tahun ini, agar dapat segera di usulkan. Bila nantinya mencapai angka pengeluaran yang tinggi, maka akan dilakukan proses tender.

Termasuk juga penambahan ruang guru, agar anak-anak tersebut bisa semua masuk pagi. “Jadi tidak lagi ada ruang kelas jadi ruang guru,” pungkasnya.

(Ro)

%d blogger menyukai ini: