Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, Headlines, News Nilai Tukar Rupiah Dihargai Tinggi di Arab Saudi

Nilai Tukar Rupiah Dihargai Tinggi di Arab Saudi

ilustrasi Money Changer di Arab Saudi. foto:syakirawisata.com

Sketsaenws.com, Jakarta – Rupiah sangat dihargai di Tanah Suci. Tidak seperti kota besar mancanegara lainnya, di sini nilai tukarnya juga cenderung lebih baik.

Hal ini bisa terlihat dari transaksi jual-beli antara pedagang di Madinah, Arab Saudi, dan jamaah haji Indonesia. Jamaah bisa dengan bebas membeli barang-barang dengan uang rupiah di tangan. Walaupun membayar dengan rupiah, nilai tukarnya terhadap riyal Arab Saudi juga tidak jatuh.

Misalnya dalam pembelian emas yang memang menjadi komoditas favorit para jamaah haji atau umrah saat berada di Tanah Suci. Sebab emas Arab dikenal kalangan ibu-ibu memiliki kualitas tinggi di dunia.

”Saya beli giwang, enggak punya giwang. Sekalian buat kenang-kenangan,” kata Sutartih, jamaah haji asal Banjarnegara, Jawa Tengah, saat ditemui di toko emas Zamzam Jewelry, Kompleks Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, belum lama ini. Sementara itu, Agnes Supraptono, jamaah haji Embarkasi Medan, mengatakan dirinya bersama istri dan ibu mertuanya sengaja mencari emas di Kota Madinah.

Alasannya kualitas emas di sini disebut-sebut sebagai yang terbaik. ”Saya beli emas putih, satu gramnya hampir Rp700.000 dan bisa dibayar dengan rupiah. Ibu dan istri lagi pilih gelang dan kalung,” ungkapnya.

Diakuinya, transaksi dengan rupiah malah lebih nyaman di sini. Bahkan nilai tukarnya lebih baik daripada di Tanah Air. Kalau di dalam negeri, nilai tukar 1 riyal Arab Saudi (RAS) paling rendah Rp3.700, sedangkan di sini bisa Rp3.500. Sementara itu Fahd Zaky, pegawai toko emas Zamzam Jewelry, mengatakan, banyak model perhiasan yang dicari pembeli. ”Untuk ongkos pembuatan juga sesuai dengan modelnya. Harga emasnya di kisaran RAS150- 160 per gram dengan kadar 21 karat,” kata Fahd, sebagaimana dikutip dari laman Okezone.

Dia menjelaskan, emas yang dijual di tokonya berasal dari lingkup lokal Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait sehingga diklaimnya merupakan yang terbaik di dunia. Dia juga mengungkapkan, jamaah haji dan umrah dari Indonesia adalah pembeli yang potensial. Karena jumlahnya setiap musim haji dan umrah selalu membanjiri Masjid Nabawi. Selain komoditas logam mulia, barang-barang lain juga banyak dicari jamaah. Bukan hanya komoditas emas yang bersahabat dengan jamaah Indonesia. Bisnis valuta asing juga ikut pro-rupiah.

Di Kota Nabi, nilai tukar rupiah berada pada kisaran Rp3.600. Dalam posisi membeli atau menjual, pengusaha valas hanya mengambil sedikit keuntungan, yakni Rp70. ”Jauh harga tukarnya dengan di Indonesia. Jual dan beli bisa terpaut lebih dari Rp500 per RAS1,” keluh Badrun, jamaah haji dari Embarkasi Jakarta (Pondok Gede).

(Fya)

%d blogger menyukai ini: