Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Pakai Teknologi Demplot, Panen Bawang Putih Melimpah

Pakai Teknologi Demplot, Panen Bawang Putih Melimpah

Tanaman bawang putih. Foto:Faunaflora.com

Sketsanews.com, Jakarta – PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Pupuk Kaltim membantu pengembangan budidaya bawang putih di Sembalun, Lombok Timur, NTB dengan program Demonstration Plot (Demplot). Saat ini, program Demplot sudah masuk masa panen raya.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat mengatakan, dengan menerapkan teknologi dan pola pemupukan berimbang, produktivitas panen bawang putih terbukti meningkat cukup signifikan.

“Sejak Maret lalu kami melakukan kegiatan Demplot di Desa Sembalun Bumbung dan Sembalun Lawang di atas lahan seluas 2 hektar. Hasilnya bahwa setelah menggunakan pola pemupukan berimbang, produksi bawang putih melonjak saangat signifikan,” jelas Aas saat panen raya dikutip keterangannya di Jakarta, Selasa (22/8).

Menurut Aas, dalam program Demplot, pihaknya menerapkan beberapa perlakuan dengan berbagai formula pemupukan. Dalam Demplot tersebut pihaknya mengurangi penggunaan pupuk fosfat karena tanah sudah kaya akan fosfat serta ditambahkan dengan pupuk organik. 

“Hasil formula pemupukan yang terbaik akan kami sampaikan kepada Pemerintah Daerah sebagai rekomendasi kami untuk budidaya bawang putih di daerah ini selanjutnya,” kata Aas. 

Demplot ini merupakan salah satu upaya BUMN menggairahkan kembali budidaya bawang putih di kawasan Sembalun yang pernah berjaya di tahun 80 dan 90-an, namun belakangan mulai ditinggalkan para petani karena kurang menguntungkan.

“Harapan kami, setelah melihat rekomendasi dari Demplot kami, yang kebetulan hasilnya sangat baik, maka petani bawang putih di sini dapat kembali bergairah menanam bawang putih. Dengan produktivitas yang tinggi, mungkin petani akan lebih tertarik menanam bawang putih karena menawarkan keuntungan yang lebih besar,” tambah Aas.

Demplot tersebut juga dilakukan oleh petani setempat di atas lahan mereka sendiri, dan selama berlangsungnya Demplot para petani memperoleh bantuan bibit, pupuk, serta pengawalan teknologi dan edukasi untuk menghasilkan produksi yang optimal. “Hasil panen juga sepenuhnya diserahkan kepada petani.”

Lebih lanjut Aas mengatakan bahwa program ini sejalan dengan penugasan dari Kementerian BUMN untuk ikut terlibat dalam upaya mengembalikan kejayaan bawang putih Sembalun.

“Seperti arahan dari Ibu Menteri BUMN, BUMN siap memberikan dukungan bagi para petani untuk semangat mengembangkan lagi bawang putih,” tegas Aas.

Aas berharap, bantuan ini dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat petani bawang. Pihaknya tak hanya memenuhi kebutuhan pupuk bagi daerah NTB, tapi juga menjalankan fungsi BUMN sebagai agen pembangunan dan perubahan dengan membantu petani meningkatkan produktivitas melalui anak perusahaannya, yaitu Pupuk Kaltim dan Petrokimia Gresik.

 

Kegiatan pembinaan petani bawang putih lewat Demplot ini sebenarnya juga merupakan bagian dari program CSR anak perusahaan Pupuk Indonesia, yaitu Pupuk Kaltim (PKT). Menurut Dirut PKT, Bakir Pasaman, Januari lalu telah diserahkan bantuan secara simbolis dihadapan Menteri BUMN berupa bibit bawang putih sebesar 1,8 ton serta bantuan pupuk dan sarana produksi, yang terdiri dari pupuk NPK 16-16-16, pupuk hayati Ecofert, Biocomposer Biodex serta kegiatan penelitian yang berlangsung di dua desa, Sembalun Bumbung dan Sembalun Lawang. 

“Kami membandingkan kebiasaan petani dengan pola pemupukan yang ideal. Dan hasilnya, setelah menggunakan komposisi yang kami berikan, hasilnya memang mengalami peningkatan,” tutupnya, sebagaimana dikutip dari laman Merdeka.

 

(Fya)

%d blogger menyukai ini: