Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hidup Sehat, News Pasien Tumor Ganas Asal Benculuk Banyuwangi Ini Akan Dirujuk Ke RS Surabaya

Pasien Tumor Ganas Asal Benculuk Banyuwangi Ini Akan Dirujuk Ke RS Surabaya

Marpik, pengidap tumor ganas asal Banyuwangi.

Sketsanews.com, Banyuwangi – Marpik (61) pengidap tumor ganas warga Dusun Kebonsari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi Jawa Timur ini hanya bisa merebah di tempat tidurnya, sesekali dia merasakan sakit lantaran tumor ganas yang bersarang di perutnya.

Kondisi ini sudah ia rasakan sejak setahun lalu. Penyakit yang dikiranya liver itu setelah di cek ke RSUD Genteng ternyata penyakit tumor ganas yang dapat membahayakan jiwanya.

“Dulu pernah dioperasi. Setahun kemudian kambuh lagi,” terang Susiati (75) anak kadung Marpik, Selasa (18/7) kemarin.

Selama setahun ini menurut Susiati, ibunya dirawat jalan di Rumah Sakit Umum Hadi Kusnadi, di poli angkologi Bondowoso. Ibunya tersebut dikemo obat dengan harapan tumor yang bersarang di perutnya segera sirna.

“Sementara masih kemo obat di Situbondo,” ujarnya.

Penangan medis dari Puskesmas Benculuk dan RSUD Genteng juga sudah dilakukan, namun kondisi Marpik, kian hari kian menurun.

“Sudah, dulu pernah ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Genteng. Namun setahun kemudian kambuh lagi. Kini kesehatan ibu menurun,” jelas Susiati, seperti dikutip dari Suarajatimpost.

Menurutnya, dari melemahnya kondisi ibunya tersebut Marpik sering mengeluh sakit di bagian perut dan sesak buat bernafas. Dari kondisi ini rencananya Marpik akan segera dirujuk ke RSUD Genteng, untuk mendapatkan perawatan medis.

“Nanti katanya akan di bawa ke Surabaya,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Dr. Widji Lestariono menjelaskan jika pasien itu sudah mendapat perawatan dari Puskesmas Benculuk dan RSUD Genteng.

Dari kondisi pasien yang makin melemah, pihaknya menghimbau kepada keluarga pasien untuk mengikuti petunjuk dari dokter, meski harus dirujuk ke Surabaya, untuk kesembuhan pasien.

“Semua berupaya untuk yang terbaik buat pasien,” terang Dr. Widjie Lestariono, melalui sambungan celullernya.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: