Sketsa News
Home Berita Terkini, News Pasukan TNI/Polri Tutup Akses Kelompok Santoso pada Logistik Petani

Pasukan TNI/Polri Tutup Akses Kelompok Santoso pada Logistik Petani

-var-www-html-kbr.id-layouts-uploads-thumb-Polisi mengevakuasi jenazah Ibrahim salah satu DPO anak buah Santoso di Poso Sulteng - Foto Aldrimsit Thalara_740x450

Sketsanews.com –  Aparat pasukan gabungan TNI dan Polri terus melanjutkan patroli dan penyisiran di sekitar Desa Padopi, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Lokasi itu merupakan arena baku tembak antara aparat gabungan Satgas Operasi Tinombala dengan sekelompok orang bersenjata pada Rabu (17/8/2016), yang mengakibatkan jatuh korban dari kelompok orang bersenjata tersebut.

Jenazah korban baku tembak itu diidentifikasi sebagai Ibrohim, warga suku Uighur Tiongkok yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi sebagai anggota Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso. Jenazah Ibrohim dievakuasi pada Kamis (18/8/2016).

Pasukan gabungan TNI/Polri terus melakukan perburuan terhadap sisa dari kelompok Santoso. Pencarian difokuskan di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Poso Pesisir, Poso Pesisir Utara dan Poso Pesisir Selatan.

Aparat gabungan juga masih menggunakan strategi penyekatan, dengan pendirian pos pos sekat yang dijaga 24 jam.

Selain itu juga ada kontrol ketat terhadap pergerakan orang dan barang menuju maupun keluar dari kawasan hutan pegunungan. Termasuk yang awasi ketat adalah beberapa kebun warga, untuk mencegah kelompok Santoso mendapat pasokan logistik.

Saat ini Satgas Tinombala menduga 15 orang sisa kelompok Santoso dalam kondisi kelaparan.

Temuan Satgas di lapangan mengindikasikan kelompok itu berupaya mendapat logistik dari hasil bumi yang diusahakan warga petani di sekitar kaki gunung. Kelompok itu mencari bahan makanan seperti pisang, beras dan sayur-sayuran.

Hal ini kemudian membuat aparat gabungan menerapkan strategi menjaga sumber-sumber makanan dan air bersih seperti aliran sungai.

Ketatnya penjagaan itu membuat sejumlah warga takut berkebun. Salah seorang tokoh warga di dekat wilayah kontak tembak, Uci khawatir jika nekat berkebun, warga bisa menjadi sasaran.

“Ya kita menghimbau warga-warga kita yang tinggal di dekat wilayah  penyisiran agar jangan berkebun terlalu dekat. Takutnya nanti bisa jadi sasaran” kata Uchi.

Warga berharap situasi di Poso bisa kembali tenang supaya mereka bisa kembali bertani dan berkebun dengan aman.

(bin)

 

%d blogger menyukai ini: