Sketsa News
Home Berita Terkini, News Pemerintah Mulai Lelang Kilang Mini Bulan Depan

Pemerintah Mulai Lelang Kilang Mini Bulan Depan

Sketsanews.com – Jika nantinya tidak ada badan usaha yang berminat mengikuti lelang, pemerintah akan memberikan penugasan kepada PT Pertamina (Persero).
chevron-riau_1204-024

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana membuka lelang kilang mini pada bulan depan. Proyek kilang mini yang akan dilelang memiliki kapasitas produksi maksimal 20.000 barel per hari (bph).

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I.G.N Wiratmaja Puja mengatakan lelang ini bisa diikuti oleh perusahaan dalam dan luar negeri. Namun, pemerintah tetap akan memprioritaskan pengusaha dari dalam negeri.

“Akan sangat baik investor dari dalam negeri,” ujar dia saat diskusi dengan wartawan di kantornya Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (11/9).

Ada delapan klaster yang sudah ditentukan pemerintah untuk pembangunan kilang mini. Dia mengaku meski proses lelang ini belum berlangsung, sudah banyak perusahaan yang menyatakan berminat untuk berinvestasi pada proyek pembangunan kilang mini.

Pemerintah akan menjamin pasokan bahan baku untuk kilang mini yang dibangun di delapan klaster tersebut. Minyak yang akan dipasok berasal dari kontraktor yang beroperasi di sekitar klaster. Sementara mengenai harganya akan ditetapkan oleh Menteri ESDM.

Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Energi Nomor 22 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Pembangunan Kilang Minyak Skala Kecil di Dalam Negeri. Adapun kedelapan klaster ini sebagai berikut:

  1. Sumatera Utara (Rantau dan Pangkalan Susu). Produksi minyak tahun 2015 sebesar 3.617 bph. Tahun 2024 mencapai 1.438 bph
  2. Selat Panjang Malaka (EMP Malacca Strait dan Petroselat). Produksi minyak tahun 2015 sebesar 4.427 bph. Tahun 2024 mencapai 3.443 bph.
  3. Riau (Tonga, Siak, Pendalian, Langgak, West Area, Kisaran). Produksi minyak tahun 2015 sebesar 2.391 bph.Tahun 2024 mencapai 2.051 bph.
  4. Jambi (Palmerah, Mengoepeh, Lemang, Karang Agung). Produksi minyak tahun 2015 sebesar 1.914 bph. Tahun 2024 mencapai 1.280 bph.
  5. Sumatera Selatan (Merangin II dan Ariodamar). Produksi minyak tahun 2015 sebesar 3.947 bph. Tahun 2024 mencapai 2.629 bph.
  6. Kalimantan Selatan (Tanjung). Produksi minyak tahun 2015 sebesar 3.539 bph. Tahun 2024 mencapai 2.523 bph.
  7. Kalimantan Utara (Bunyu, Sembakung, Mamburungan, Pamusian Juwata). Produksi minyak tahun 2015 sebesar 8.059 bph. Tahun 2024 mencapai 1.476 bph.
  8. Maluku (Oseil dan Bula). Produksi minyak tahun 2015 sebesar 3.641 bph. Tahun 2024 mencapai 214 bph.

Dari delapan klaster ini sudah ada satu izin sementara untuk klaster di Sumatera Utara. Izin ini diberikan kepada PT Indo Kilang Prima sebelum aturan kilang mini terbit. Sementara jika nantinya tidak ada badan usaha yang berminat mengikuti lelang, pemerintah akan memberikan penugasan kepada PT Pertamina (Persero).

Pertamina juga dapat bertindak sebagai pembeli Bahan Bakar Minyak (BBM) dan atau produk lain yang dihasilkan dari kilang ini. Seluruh produk kilang ini akan diproritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tapi jika tidak ada pembeli dapat diekspor.

(Ro/Kd)

%d blogger menyukai ini: