Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News Pengolahan Air Limbah Solusi Kebutuhan Air Bersih di DKI

Pengolahan Air Limbah Solusi Kebutuhan Air Bersih di DKI

foto: Media Indonesia

Sketsanews.com, Jakarta – Pesatnya pertambahan penduduk Ibu Kota berdampak pada semakin tingginya kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Mata air dinilai tidak bisa menjadi satu-satunya sumber air baku.

“Sumber air baku saat ini sulit didapatkan karena itu mengolah air limbah penting karena bisa menjadi sumber air baku,” kata Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Oswar Mungkasa dalam peringatan Hari Air Sedunia bertajuk Walk for Water yang diselenggarakan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), Minggu (26/5).

Pemprov DKI mengaku yakin target ‘100-0-100’, yakni 100% akses air minum, 0% kawasan permukiman kumuh, dan 100% akses sanitasi layak, dapat tercapai pada 2019.

Meski demikian, pemenuhan pengolahan limbah belum tergarap serius.

Menyadari hal tersebut, Palyja akan bekerja sama dengan Perusahaan Air Minum Jakarta Raya (PAM Jaya) akan membangun waduk kecil di kawasan Cilandak sebagai proyek percontohan pengolahan air limbah yang baik.

“Bagi kami, membangun pipa air itu mudah. Namun, kapan dan di mana, itu merupakan keputusan yang tidak dibuat dalam sekejap. Kami berusaha terus menyediakan air bersih dengan menggunakan sumber-sumber baru penyediaan air bersih,” kata Presiden Direktur PT Palyja Alan Thompson.

Pengolahan air limbah yang baik, dicontohkan Thompson, telah dilakukan Singapura yang mampu mengolah 80% air limbah sehingga bisa dikonsumsi kembali.

Di Jakarta, sebanyak 80%-90% air limbah yang dihasilkan warga belum bisa diolah menjadi air baku yang bisa digunakan untuk konsumsi.

Direktur Utama PAM Jaya Erlan HIdayat mengakui instalasi pengolahan air limbah di Jakarta masih minim.

Saat ini, belum sampai 4% air limbah yang dapat diolah PAM Jaya.

Dikutip dari Media Indonesia, menurutnya, untuk mencapai target pemenuhan 100% pemenuhan air bersih warga Ibu Kota pada 2019 mendatang, dibutuhkan sekitar 28 ribu liter per detik.
(Im)

%d blogger menyukai ini: