Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News Perayaan Imlek dan Tradisi Leluhur

Perayaan Imlek dan Tradisi Leluhur

Sketsanews.com, Pekanbaru – Hari raya Imlek memang disambut suka cita bagi warga Tionghoa. Mereka tidak mau melewatkan pergantian tahun itu begitu saja. Banyak harapan disematkan agar tahun dengan shio Ayam itu.

Agar perayaan Imlek berasa meriah dan penuh makna, masyarakat Tionghoa akan merias rumahnya agar tahun ayam ini benar-benar membawa rezeki. Seperti Lisa, dia sengaja rangkaian bunga untuk dipajang di rumahnya di saat sembahyang sewaktu perayaan Imlek.

“Dalam kepercayaan kami, merangkai bunga segar dan menempatkannya pada depan rumah membawa keberuntungan tersendiri. Bunga segar juga sebagai penghormatan untuk Dewi Kwan Im,” ujar Lisa seperti yang dilansir Riau Pos, Sabtu (28/1).

Di samping itu, bunga segar juga dinilai bisa menetralisir aroma asap yang semerbak saat sembahyang. Tak hanya bunga asal provinsi tetangga yang laris manis. Batang batang tebu, jeruk dan nanas juga jadi incaran di hari imlek.

Tebu sendiri memiliki seni sebagai tanaman yang banyak disukai. Karena rasanya yang manis, segar dan memberikan semangat dalam tubuh.  Sedangkan jeruk berarti rezeki dan nanas berarti mahkota raja. Melihat antusias mereka membeli aneka rupa tersebut, menyiratkan bahwa masyarakat Tionghoa Pekanbaru masih memegang teguh tradisi dan kepercayaan leluhur mereka.

“Meski perayaan imlek di Pekanbaru tidak terlalu meriah, tapi kami tetap antusias merayakannya. Segala tradisi leluhur tetap kami pegang dan jalankan demi kenerhasilan dan kemakmuran hidup ditahun ini,” lanjut Layla Syafina, warga keturunan Tionghoa lainnya yang kini menetap di Pekanbaru.

Sebagai pelengkap dari tradisi tersebut, ornamen-ornamen imlek seperti lampion, gantungan dan tempelan khas imlek, kembang api dan alunan lagu imlek yang dalam bentuk kaset juga menjadi item yang tak luput dibeli.

Layla melanjutkan bahwa mereka akan terus melanjutkan tradisi tersebut dimanapun mereka berpijak. Sementara itu, dari pantauan Jalan Karet, lampion merah sudah terlihat menggantung beraturan.

(As)

TAGS:

Sketsanewscom

SEDIKIT BANYAK TAU

%d blogger menyukai ini: