Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Peristiwa Permintaan Habib Rizieq ke Jokowi dan Tantangan untuk Polri

Permintaan Habib Rizieq ke Jokowi dan Tantangan untuk Polri

Rizieq Syihab di Arab Saudi. ©istimewa

Sketsanews.com, Jakarta  —  Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab saat ini masih berada di Arab Saudi. Tersangka kasus dugaan chat berbau porno itu masih belum ingin kembali ke Indonesia.

Kuasa Hukum Rizieq, Eggy Sudjana menyatakan bahwa Rizieq ingin sekali kembali ke Indonesia. Tetapi, kepulangan Rizieq ke Indonesia itu ternyata mempunyai banyak permintaan atau persyaratan.

Eggy menyebut salah satu persyaratannya itu ialah polisi tidak akan menangkap Rizieq jika kembali ke Indonesia. “Habib dengan sadar mau pulang kalau datang tidak ditangkap. Dia berjanji tidak akan terjadi kerusuhan dan hal-hal lain,” kata Eggy.

Selain meminta kepada polisi agar dirinya tidak ditangkap, Rizieq melalui Eggy juga meminta kepada Presiden Joko Widodo agar polisi segera menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Hal itu untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Lebih lanjut, Eggy menambahkan jika Rizieq ditangkap, maka kliennya itu tak akan mampu untuk mencegah daya radikalisme para pengikutnya. “Belum lagi jika ada pihak-pihak lain yang mendompleng situasi itu. Jadi garansinya Presiden,” ucapnya.

Pulang atau tidaknya Rizieq, Eggy menerangkan bahwa keputusan tersebut ada di tangan Presiden. Karena menurutnya, Presiden merupakan panglima tertinggi di Indonesia.

“Kalau Presiden mengatakan silakan Habib Rizieq pulang, maka semua dalam kondisi aman. Karena Presiden adalah Panglima tertinggi dari TNI dan Polri. Jadi dia berhak katakan keadaan itu,” ucapnya.

Namun, Jika Presiden tidak melakukan tindakan yang Rizieq inginkan, maka Rizieq dipastikan tidak akan pulang. Hal itu menurutnya agar menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

“Kalau tidak ya sudah, Habib tidak pulang demi jaga persatuan bangsa Indonesia ini,” tandasnya.

Selain itu, Eggy bercerita Rizieq rela dihina dan dicaci maki oleh banyak orang, ketimbang dirinya harus pulang ke tanah air. Rizieq juga lebih baik dikatakan sebagai orang yang penakut dan melarikan diri atas kasus yang menimpa dirinya.

“Daripada gagah-gagahan kembali ke Indonesia dan kemudian ditangkap kemudian terjadi kerusuhan kemudian bunuh-bunuhan. Jadilah bangsa kita ini pecah belah lagi,” ujar Eggy saat bertemu dengan Rizieq, di kutip dari laman Merdeka.

“Keterharuannya, pada saat Habib Rizieq bilang ke saya perintah beliau jangan sampai satu tetes darah pun tumpah, lebih baik dihina seperti ini tapi Indonesia aman,” tambahnya.

Selain itu, kata Eggy, Rizieq juga tak ingin jika nantinya dia pulang ke Tanah Air, maka jutaan masa pendukungnya itu akan melakukan penutupan terhadap bandara. Karena itu akan bisa merugikan pihak bandara hingga mencapai triliunan.

“Jangan sampai saya kembali ke Indonesia ada kerusuhan penangkapan, bandara ditutup karena ada jutaan orang sambut dia. Berdasarkan perhitungan ekonomi kalau bandara sampai ditutup Rp 9 triliun rugi bandara,” kata Eggy menirukan perkataan Rizieq.

Namun, Rizieq Shihab mengatakan dirinya siap ditangkap oleh aparat kepolisian jika dilakukan di Arab Saudi. “Kalau benar saya salah, silakan tangkap saya di sini di Saudi. Tetapi kalau betul saya salah, tetapi kan tidak juga,” kata Eggy.

Eggy mengklaim dalam kasus chat mesum Rizieq dengan Firza Husein, polisi belum mempunyai bukti yang kuat untuk menangkap pimpinan FPI itu. “Bahkan, Kapolri terakhir katakan tidak cukup alat bukti dan akan diproses SP3, itu yang ditunggu Habib,” klaimnya.

Namun, Rizieq juga menunggu dari keputusan Presiden Joko Widodo. Karena Jokowi lah yang bisa menyelesaikan kasus yang menimpa Rizieq tersebut.

“Tetapi semua bermuara pada Presiden Jokowi, apa Presiden mau lihat bangsa dan negara ini aman dan tentram,” tandasnya.

[As]

%d blogger menyukai ini: