Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Peristiwa Petaka Jelang Upacara Bendera, 4 Siswa SD Tertimpa Pohon Beringin

Petaka Jelang Upacara Bendera, 4 Siswa SD Tertimpa Pohon Beringin

BATANG dan ranting pohon beringin menutupi separo areal halaman SD Negeri 12 Kabila. (Natha/Gorontalo Post/JawaPos.com)

Sketsanews.com, Gorontalo– Keluarga besar SD Negeri 12 Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, masih berduka. Dua orang siswanya baru saja meninggal dunia akibat tertimpa pohon beringin di sekolah tersebut. Insiden nahas itu terjadi pada saat detik-detik jelang upacara bendera pada Senin (4/9).

Kejadian itu bermula ketika dering bel berbunyi Senin (4/9) pukul 07.00 Wita. Para siswa SD Negeri 12 Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, mulai bersiap melaksanakan upacara bendera. Satu per satu siswa beranjak menuju halaman. Tiba-tiba, braaakk… Sebuah pohon beringin yang terletak di pinggir selatan lapangan tumbang seketika.

Persiapan upacara buyar. Siswa yang sudah berada di lapangan kocar-kacir. Beberapa di antaranya histeris. Ada pula yang menangis ketakutan. Mereka berlari sekuat tenaga untuk menyelamatkan diri dari terpaan pohon beringin setinggi 8 meter itu.

Ilustrasi

Ilustrasi (Pixabay.com)

Para guru yang juga bersiap upacara ikut panik. Tak ketinggalan para orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah. Mereka berlarian untuk memastikan anak mereka tak tertimpa pohon.

Suasana makin menegangkan ketika di antara batang dan ranting pohon tergeletak empat siswa. Mereka adalah Moh. Fajrin Bantali, 8, warga Desa Poowo Barat; Widyawati Napu, 8, warga Desa Toto Selatan; Mohammad Fauzila Lasantu, 9, warga Desa Poowo Barat; serta Akbar Maulana Lahati, 9, warga Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila. Keempatnya adalah siswa kelas 2 SD Negeri 12 Kabila. Mereka tak bisa lari akibat tertimpa batang dan ranting beringin.

Akbar Maulana dan Mohammad Fauzila dievakuasi terlebih dahulu. Mereka terkapar di antara ranting pohon. Selanjutnya, menyusul Mohamad Fajrin dan Widyawati Napu yang tertimpa batang pohon.

Saat dievakuasi, keduanya terlihat mengalami luka parah di bagian kepala, wajah, dan punggung. Kondisi Fajrin dan Widyati cukup parah karena keduanya berada dekat dengan pohon tumbang. Bahkan, informasinya, sesaat sebelum pohon tumbang, keduanya sedang menunggu upacara sambil duduk berjongkok. Saat pohon tumbang, keduanya diduga tak bisa segera lari menyelamatkan diri.

Selanjutnya, empat bocah itu dibawa ke RS Toto. Sayang, saat tiba di rumah sakit, Fajrin dan Widyawati sudah tak bernyawa. Keduanya diperkirakan meninggal di lokasi kejadian.Seperti dikutip dari Jawapos

“Setelah dinyatakan meninggal dunia, kedua korban meninggal langsung dibawa oleh keluarga,” kata Kabid Pelaya­nan RS Toto Kabila dr Milyadi Ma’sum.

Dua korban lainnya, Mohammad Fauzila dan Akbar Maulana, tidak mengalami luka yang cukup berarti. Meski begitu, keduanya mengalami trauma serta shock akibat peristiwa yang menimpanya pagi itu.

Belum diketahui persis penyebab tumbangnya pohon beringin di pinggir halaman SD Negeri 12 Kabila. Informasi yang dirangkum Gorontalo Post (Jawa Pos Group), pohon beringin yang tumbang itu diperkirakan berusia 20 tahun.

Diameter pohon sekitar 60 sentimeter dengan tinggi 8 meter. Diduga pohon tumbang lantaran bagian akar tak kuat lagi menopang kondisi pohon. Apalagi, area tumbuhnya pohon beringin sudah dilantai dengan semen. Karena itu, diduga akar pohon beringin sulit berkembang.

(Tb)

%d blogger menyukai ini: