Sketsa News
Home Berita Terkini, Hukum, News Polisi Dipastikan Bakal Usut Kematian Bayi Debora di Mitra Keluarga Kalideres

Polisi Dipastikan Bakal Usut Kematian Bayi Debora di Mitra Keluarga Kalideres

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto (kanan), didampingi Direktur RS Mitra Keluarga Francisca D Permatasari (kiri), memberikan keterangan kepada wartawan terkait meninggalnya Bayi Debora di Kantor Dinkes DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017). Dinas Kesehatan DKI Jakarta memanggil pihak RS Mitra Keluarga, Jakarta Barat, terkait meninggalnya bayi Tiara Debora Simanjorang (4 Bulan) akibat terlambat mendapat pertolongan. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha

Sketsanews.com, Jakarta – Kematian Tiara Debora Simanjorang, bayi perempuan yang diduga tewas karena diterlantarkan pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat turut menjadi perhatian pihak Kepolisian.

Penyelidikan pun akan dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono bertujuan untuk mencari tahu penyebab pasti kematian anak dari pasangan Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang itu. Sebab, diketahui pihak keluarga melaporkan kejadian atas sangkaan penelantaran.

“Ya betul, sedang dalam lidik. Semua akan diperiksa (keluarga dan rumah sakit),” ungkapnya dihubungi pada Senin (11/9/2017), seperti dikutip dari Tribunnews.

Pemanggilan sekaligus pemeriksaan yang akan dilakukan penyidik lanjut untuk mendengarkan keterangan kedua pihak, khususnya pihak keluarga, dokter jaga serta sahabat Henny yang mengetahui kejadian lewat media sosial.

“Semua yang ada kaitanya dan yang mengetahui tentu diperiksa,” ungkapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Tiara Debora Simanjorang, seorang bayi perempuan meninggal dunia ketika dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat pada Minggu (3/9/2017) lalu.

Orangtua Debora, Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang mengaku jika kematian anak pertamanya itu karena ditelantarkan pihak rumah sakit lantaran tidak memiliki uang.

Walau telah memohon pihak rumah sakit untuk menindaklanjuti keluhan anaknya yang terlihat sesak nafas dengan membayarkan uang sebesar Rp 5 juta dari total Rp 19, 8 juta biaya administrasi, orangtua Debora mengaku anaknya hanya ditempatkan di Unit Gawat Darurat (UGD), bukan Pediatric Intensif Care Unit) seperti yang disarankan dokter.

Keluh kesah sang ibunda, Henny pun dituangkan dalam media sosial Facebook dan menjadi viral, terlebih ketika Debora dikabarkan meninggal dunia usai tergantung nasibnya selama 7,5 jam.

Sementara, pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres membantah sangkaan orangtua Debora, mereka menyatakan telah berupaya maksimal untuk merawat Debora.

(Eni)

%d blogger menyukai ini: