Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hukum, News Polisi Hadang Peserta Aksi Bela Rohingnya

Polisi Hadang Peserta Aksi Bela Rohingnya

Anggota Polres Mojokerto memeriksa barang bawaan penumpang bus. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

Sketsanews.com, Mojokerto– Kabar ajakan mengikuti aksi bela Rohingya mendapat antisipasi pihak kepolisian. Rabu (6/9), Polres Mojokerto mensweeping angkutan umum dan mobil-mobil pribadi. Khususnya kendaraan yang hendak mengarah ke Candi Borobudur, Jawa Tengah (Jateng). Hal ini sekaligus mengantisipasi aksi bela Rohingnya 8 September mendatang.

’’Kami tidak ingin kekerasan Rohingya di Myanmar melebar,’’ kata Kabagops Polres Mojokerto, Kompol Tri Sujoko. Sweeping ini dipusatkan di beberapa titik. Di antaranya, di sekitar Terminal Kertajaya Mojokerto. Puluhan anggota satsabhara bersenjata lengkap memeriksa satu per satu identitas penumpang dan barang bawaan. Hal yang sama tampak di simpang tiga Dusun Lengkong, Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan.

Di jalur utama trans nasional itu, semua kendaraan, mulai bus, travel, boks, hingga mobil pribadi dihentikan. Identitas penumpang dan barang bawaan mereka disweeping. ’’Targetnya, mencegah ada kelompok ormas atau simpatisan Rohingya bergabung mengikuti aksi bela Rohingya di Borobudur,’’ tandasnya. Dengan demikian, sasaran sweeping ini adalah kendaraan dari arah Surabaya yang hendak menuju Candi Borobudur, Magelang, Jateng dan sekitarnya.

Tri Sujoko mengungkapkan, setidaknya ada enam bus, lima travel, dan beberapa mobil pribadi diperiksa. ’’Indikasinya masih nihil. Kami belum temukan ormas atau simpatisan bergabung aksi bela Rohingya 8 September lusa,’’ bebernya. Sebelumnya, pengamanan di Maha Vihara Trowulan dan tempat ibadah umat Buddha sudah dilakukan.

Pengamanan tertutup dan terbuka pun diterapkan. ’’Pendekatan ke tokoh-tokoh agama, pondok pesantren juga kami lakukan agar tidak mudah terpancing,’’ kata Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata.

Kapolres mengimbau, masyarakat tidak mudah terpancing ajakan aksi turun jalan bela Rohingya. ’’Baiknya, adanya konflik Rohingya ini, kita tidak boleh mudah terhasut dan terprovokasi. Sehingga dapat memecah bangsa,’’ beber Leo.seperti yang dikutip dari Jawapos

(Tb)

%d blogger menyukai ini: