Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Internasional, News Presiden Kolombia Akui Negara Membunuh 5.000 Pemberontak

Presiden Kolombia Akui Negara Membunuh 5.000 Pemberontak

Sketsanews.com – Presiden Kolombia Juan Manuel Santos mengakui bahwa negaranya bertanggung jawab terhadap pembunuhan ribuan anggota partai politik berhaluan kiri sekira 30 tahun lalu. Pria berusia 65 tahun itu berjanji menghindari pembunuhan massal tersebut di masa depan.

Colombia's President Juan Manuel Santos gestures during an interview with Reuters at the Narino Palace in Bogota, Colombia September 5, 2016. Picture taken September 5, 2016. To match Interview COLOMBIA-SANTOS/INTERVIEW REUTERS/John Vizcaino
Colombia’s President Juan Manuel Santos gestures during an interview with Reuters at the Narino Palace in Bogota, Colombia September 5, 2016. Picture taken September 5, 2016. To match Interview COLOMBIA-SANTOS/INTERVIEW REUTERS/John Vizcaino

Pernyataan Santos dibuat hanya beberapa pekan sebelum menandatangani perjanjian damai dengan pemberontak FARC. Sebanyak 5.000 anggota Partai Serikat Patriotik (UP) bentukan FARC dibunuh oleh paramiliter usai menandatangani perjanjian damai pada pertengahan dekade 1980.

“Tragedi tersebut seharusnya tidak pernah terjadi. Kita harus mengakui bahwa pemerintah tidak mengambil langkah-langkah yang cukup untuk menghambat dan mencegah pembunuhan, serangan, serta pelanggaran lainnya meski ada bukti penganiayaan,” tutur pria asal Bogota itu, sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (16/9/2016).

Sebagai bagian dari kesepakatan dengan FARC, pemerintah berjanji menjamin keselamatan mereka saat penyerahan senjata dilakukan. FARC berencana kembali membentuk partai politik dan berusaha mendudukkan perwakilan di pemerintah.

“Saya membuat komitmen serius sebelum Anda pada hari ini mengambil semua langkah yang diperlukan dan memberi semua jaminan untuk memastikan bahwa tidak akan pernah lagi terjadi di Kolombia sebuah organisasi politik menghadapi apa yang dihadapi UP dahulu,” tutur Santos.

FARC juga telah meminta maaf karena menculik ribuan orang untuk mendanai operasional kelompok selama bertikai dengan pemerintah. Baik pemerintah maupun FARC tengah bersiap menandatangani perjanjian damai untuk mengakhiri perang yang telah membunuh lebih dari 220 ribu orang tersebut pada Senin 26 September 2016.

Setelah penandatanganan, sekira 7.000 pasukan FARC akan dikembalikan kepada masyarakat setelah dikucilkan. Kolombia kemudian akan mengadakan pemungutan suara pada Minggu 2 Oktober 2016 untuk menentukan apakah warga menerima kesepakatan tersebut atau tidak. (Wis/Okezone)

%d blogger menyukai ini: