Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News Prof Iwan Vanany, Guru Besar Teknik Industri ITS Bidang Business Process Reengineering

Prof Iwan Vanany, Guru Besar Teknik Industri ITS Bidang Business Process Reengineering

Sketsanews.co Bagi Prof Iwan Vanany, rantai distribusi perdagangan merupakan proses yang unik sekaligus menantang. Mulai bahan baku masuk ke industri sampai barang jadi diterima konsumen. Proses yang baik akan membuahkan hasil yang baik pula. Begitu pula kehidupan manusia di dunia.

PADA 1991, Iwan Vanany remaja baru lulus SMA. Dia memutuskan meninggalkan kampung halamannya di Singaraja, Bali. Tujuannya hanya satu, menempuh pendidikan tinggi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Setelah dinyatakan lolos tes masuk jurusan teknik industri, Iwan berangkat ke Surabaya untuk belajar.

Kala itu bidang proses bisnis masih baru di teknik industri. Karena penasaran, Iwan terus mendalaminya. Dia mempelajari perjalanan proses kerja dalam perusahaan. Mulai kedatangan bahan baku, pengolahan sampai jadi, hingga distribusi kepada supplier atau konsumen.

Ketika Iwan menempuh pendidikan S-2 dan S-3, bidang keilmuan itu tetap melekat kepadanya. Bahkan menjadi bahan disertasi saat dia menempuh S-3 di Universiti Teknologi Malaysia. Tepatnya tentang pengambilan keputusan penggunaan teknologi baru dalam sebuah industri. ’’Untuk menentukan itu, proses dalam industri juga diperhatikan,’’ tuturnya.

Pada Oktober 2014, Iwan dikukuhkan sebagai guru besar ITS. Mendapatkan amanah baru, pria kelahiran 27 September 1971 itu memperkaya penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya membuat software pengelolaan kantong darah PMI dan rumah sakit. Dengan software tersebut, PMI maupun rumah sakit bisa memantau stok darah yang masih tersisa.

Misalnya, ketika PMI di Surabaya membutuhkan golongan darah tertentu, tetapi stok habis. Petugas dapat langsung memantau daerah lain. Begitu pula rumah sakit. Mereka juga bisa memantau langsung stok darah di PMI saat membutuhkannya. ’’Yang dari luar daerah juga langsung bisa kroscek,’’ ungkap dosen yang telah menerbitkan dua buku tersebut.

Saat ini software telah selesai dibuat. Iwan tengah menuntaskan pendaftaran hak cipta. Meski bermanfaat dan boleh digunakan siapa saja yang membutuhkan, tujuan pembuatan software sebenarnya bukan sebagai produk. Melainkan lebih sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa yang mengambil konsentrasi proses bisnis. ’’Sebab, dalam menentukan pembuatan software itu proses bisnisnya juga diperhitungkan,’’ terang pria yang menjadi dosen tetap di Teknik Industri ITS sejak 1999 tersebut.

Dia juga mengembangkan hal lain. Salah satunya terkait dengan pengelolaan data makanan dan produk halal yang belum dibangun di internal perusahaan. Selama ini hanya MUI yang memiliki daftar produk-produk halal tersebut.

Bagi Iwan, bidang keilmuan yang menjadi dasar dalam teknik industri itu sangat menarik. Tidak hanya dipelajari dalam taraf akademis, tetapi juga untuk memahami makna kehidupan. Manusia hidup di dunia merupakan proses menuju akhir. Baik buruknya dinilai dari perbuatan yang telah dilakukan. Hasil akhirnya, Tuhan tidak melihat status orang tersebut, tetapi lebih pada proses yang dijalaninya selama hidup.

Dengan mengingat proses itu, orang tidak bakal sombong saat berhasil. Juga, tidak kecewa terlalu berat ketika menghadapi kegagalan. Jadi, tetap semangat menjalani proses kehidupan. Hingga akhirnya, kita menemukan tujuan akhir dan meraih hasil terbaik. (Ags)

%d blogger menyukai ini: