Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Rupiah Dibuka Ambruk Saat USD Sedikit Bangkit

Rupiah Dibuka Ambruk Saat USD Sedikit Bangkit

Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini dibuka tidak mampu melanjutkan penguatan pada penutupan kemarin alias melemah. Grafis/Istimewa

Sketsanews.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini tidak mampu melanjutkan penguatan pada penutupan kemarin alias melemah meski tidak terlalu mendalam. Hal ini di tengah menguatnya USD terhadap beberapa mata uang lainnya.

Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka melemah ke level Rp13.341/USD. Posisi ini memburuk dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.327/USD.

Sementara data Bloomberg menunjukkan rupiah pada awal perdagangan juga melemah ke level Rp13.333/USD dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.328/USD dan pada pukul 10.05 WIB semakin melemah ke level Rp13.342/USD dengan kisaran level Rp13.327-Rp13.366/USD.

Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada pagi ini juga tidak berdaya ke level Rp13.333/USD dibanding penutupan kemarin di level Rp13.331/USD. Pada pukul 10.07 WIB makin melemah ke level Rp13.338/USD dengan kisaran harian Rp13.328-Rp13.345/USD.

Di sisi lain, data SINDOnews bersumber dari Limas rupiah dibuka justru menguat ke level Rp13.334/USD dibanding penutupan kemarin di level Rp13.355/USD.

USD stabil di tengah rencana adanya pertemuan China dan AS serta menunggu data pekerjaan AS. USD naik tipis di jalur untuk kenaikan mingguan sederhana, karena investor gugup menunggu hasil pembicaraan antara Presiden AS dan China.

Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam rival mata uang utama, naik 0,1% menjadi 100,73 artau naik 0,4% untuk pekan ini. Terhadap mitra Jepang, USD naik tipis 0,1% menjadi 110,92 atau turun 0,4% untuk pekan ini.

Hari ini laporan data nonfarm payrolls AS diperkirakan akan menunjukkan peningkatan dari 180.000 pekerjaan pada Maret, dibandingkan dengan 235.000 pada Februari, menurut ekonom yang disurvei oleh Reuters, yang bisa memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan membuat kenaikan suku bunga dua kali lagi tahun ini.

Euro terhadap USD malah tercatat mendatar di level 1,0643 setelah komentar dovish dari Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi membantu mendorong euro ke level 1,0629. Namun euro terhadap USD tercatat melemah 0,1% untuk pekan ini.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: