Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Rupiah Merosot, Jokowi Siap-siap Diganjar Kartu Kuning Kedua

Rupiah Merosot, Jokowi Siap-siap Diganjar Kartu Kuning Kedua

 

Sketsanews.com,Jakarta-Sistem perekonomian yang dibangun pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dinilai tidak menuai keberhasilan dari program-program yang dijalankan selama ini, seperti mempermudah izin investasi dan pembangunan infrastruktur.

Kondisi diperparah dengan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp 13.600, dan ini menjadi perhatian publik.

“Rezim Jokowi perlu mengevaluasi kemerosotan mata uang rupiah terhadap dolar AS, bahkan angka Rp 13,600 per dolar adalah level terlemah sejak tahun 2016 lalu. Artinya tidak ada perbaikan perkonomian secara signifikan dibuat oleh pemerintah dan program pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas rezim Jokowi saat ini pun tidak mampu menjalankan roda perekonomian ke arah yang lebih baik,” jelas pemerhati politik Panji Nugraha kepada wartawan, Jumat (9/2/2018).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi selama pemerintahan Jokowi selalu meleset dari target tiap tahun. Dan saat ini anjloknya rupiah harus dianggap menjadi bahan evaluasi serius terhadap kinerja pemerintah.

Jika justifikasi pemerintah rupiah anjlok dikarenakan faktor eksternal, dapat diartikan fundamental perkonomian Indonesia rentan dan lemah menghadapi perubahan ekonomi global.

Di sisi lain, anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar dinilai publik akibat kurang percayanya para investor untuk menanamkan modal di Indonesia.

“Intinya masyarakat berharap rupiah tidak terus menerus terdepresiasi terhadap dolar AS, karena hal tersebut merupakan peringatan untuk Jokowi agar selalu berbenah agar rupiah tetap berharga di mata internasional. Dan bukan tidak mungkin akibat anjloknya rupiah, rakyat akan memberikan kartu kuning kedua kepada Jokowi,” tegas Panji yang juga direktur eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI).Seperti dikutip dari Fajar.co.id

(Tb)

%d blogger menyukai ini: