Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Saham Induk Sevel Ditinggal Investor

Saham Induk Sevel Ditinggal Investor

Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) menilai, salah satu penyebab mulai bergugurannya bisnis waralaba 7-Eleven karena konsumennya terlalu lama nongkrong. Foto/Ilustrasi/Istimewa

Sketsanews.com, Jakarta – Manajemen Modern Internasional (MDRN) mengklaim kerugian secara maraton menjadi biang keladi penutupan operasional 7-eleven (Sevel).

Kerugian perusahaan Group Modern itu tak ayal menggerus modal secara signifikan. Tidak ingin terlambat, opsi terbaik adalah mengamputasi Sevel.

”Penghentian bisnis Seval menjadi pilihan terbaik karena secara bisnis kerugian secara signifikan dan terus menerus tidak bisa ditawar,” tutur Komisaris Modern Internasional, Donny Sutanto, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Kerugian Sevel tidak lahir dari ruang hampa. Ibarat ada asap pasti ada api. Ada sebab mengapa kerugian itu datang menyergap Sevel.

Tentu banyak faktor. Mulai tingkat daya beli masyarakat mulai melemah sejak 2015 dan berlanjut hingga tahun ini. Itu membuat banyak pertumbuhan bisnis ritel melambat.

Karenanya bilang Donny, manajemen memutuskan menghentikan kegiatan operasional Sevel tepat 30 Juni 2017 lalu. Apalagi, rencana pemungkas untuk melepas bisnis ke Charoen Pokphand Restu Indonesia (CPRI) gagal mewujud dengan sejumlah ganjalan dan persyaratan ketat.

Alhasil, saham MDRN terus bergerak menukik. Puncaknya, sejak 19 Juni 2017, saham perusahaan berkubang di kisaran Rp50 per lembar saham. Menariknya, meski harga berkutat di posisi Rp50 per saham, tidak berarti saham perusahaan sepi dari lirikan para trader. Dilansir dari laman Radartegal.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: