Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Opini Salahkah Nikah Muda ?

Salahkah Nikah Muda ?

Ilustrasi pernikahan. foto:Istimewa

Sketsanews.com, Jakarta – Beberapa waktu yang lalu, publik Indonesia dihebohkan oleh pernikahan sepasang kekasih yang masih duduk di bangku SMU. Dua insan remaja tersebut berasal Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat.

Sebenarnya masih banyak lagi kejadian serupa, pernikahan yang dilakukan oleh remaja usia dibawah 20 tahun, dan status mereka masih pelajar SMU, bahkan ada yang masih pelajar SMP.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan BKKBN pada tahun 2014, 46 persen atau setara dengan 2,5 juta pernikahan yang terjadi di setiap tahun di Indonesia mempelai perempuannya berusia antara 15 sampai 19 tahun. Bahkan 5% diantaranya melibatkan mempelai perempuan yang berusia di bawah 15 tahun.

Usia yang dinilai masih muda inilah yang jadi soal. Alasannya, perempuan yang menikah pada usia dini juga akan kehilangan masa kanak-kanaknya, masa ia bertumbuh, dan masa-masanya untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi. Sebab, biasanya anak yang menikah dini akhirnya putus sekolah. Dan masih banyak alasan lainnya.

Namun pernahkah difikirkan dampak negatif dari pembatasan usia pernikahan ini.

Berdasarkan penelitian di berbagai kota besar di Indonesia, sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks. Celakanya, perilaku seks bebas tersebut berlanjut hingga menginjak ke jenjang perkawinan.

Pakar seks juga specialis Obstetri dan Ginekologi Dr. Boyke Dian Nugraha mengatakan, dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat.Dari sekitar lima persen pada tahun 1980-an, menjadi dua puluh persen pada tahun 2000.

Jumlah angka tersebut dikumpulkan dari berbagai penelitian di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Palu dan Banjarmasin. Bahkan di Palu, Sulawesi Tenggara, pada tahun 2000 lalu tercatat remaja yang pernah melakukan hubungan seks pranikah mencapai 29,9 persen.

Kelompok remaja yang masuk ke dalam penelitian tersebut rata-rata berusia 17-21 tahun, dan umumnya masih bersekolah di tingkat Sekolah Menengah Umum (SMU) atau mahasiswa. Bahkan dalam beberapa kasus juga terjadi pada anak-anak yang duduk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dalam UU Perkawinan, yakni dalam Pasal 7 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, disebutkan bahwa, batasan usia pernikahan adalah 16 tahun untuk perempuan.

Dengan batasan usia 16 tahun saja, lanjutnya, ditemukan angka kasus hamil di luar nikah hingga aborsi yang terus meningkat di kalangan remaja Indonesia. Australian Consortium for `In-Country` Indonesian Studies menemukan data 43% dari 100 kelahiran dilakukan oleh remaja usia 15-16 tahun. “Sekarang 800.000 dari 2,4 juta aborsi tiap tahun dilakukan anak SMP.

Seandainya batasan usia perkawinan tersebut dinaikkan, maka sudah bisa ditebak, seks bebas dan hamil pra nikah angkanya akan semakin naik drastis dari tahun ke tahun.

Melihat dari dampak buruk pembatasan usia pernikahan tersebut, masihkah kita menganggap nikah muda sebagai sebuah perilaku yang kurang baik ?

(Fya)

%d blogger menyukai ini: