Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News, Peristiwa Salat Idul Adha di Sukabumi, Jokowi Ingatkan Soal Keberagaman RI

Salat Idul Adha di Sukabumi, Jokowi Ingatkan Soal Keberagaman RI

Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom

Sketsanews.com, Sukabumi – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunaikan ibadah salat Idul Adha di Lapangan Merdeka, Kota Sukabumi. Dalam kesempatan itu, Jokowi mengingatkan soal keberagaman di Indonesia.

Jokowi tiba di Lapangan Merdeka, Kota Sukabumi, Jawa Barat, sekitar pukul 06.05 WIB, Jumat (1/9/2017). Jokowi tampak mengenakan kemeja putih dibalut jas warna hitam dan kain sarung warna cokelat di bagian bawah. Dia datang ditemani oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Sebelum salat, Jokowi naik ke atas mimbar untuk memberi sambutan. Dia mengingatkan kepada para jemaah tentang keberagaman Indonesia.

“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, negara kita ini adalah negara besar. Perlu saya ingatkan, negara kita ini terdiri dari 17 ribu pulau, 516 kabupaten kota dan 34 provinsi. Ini adalah negara besar. Kita memiliki 714 suku, 1.000 lebih bahasa daerah yang berbeda-beda yang bermacam-macam,” kata Jokowi.

Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom

Bahkan, Jokowi mengaku pernah menempuh perjalanan dari ujung Indonesia bagian barat yakni Banda Aceh ke ujung Indonesia bagian timur, Papua. Tentu saja perjalanan itu ditempuh menggunakan pesawat terbang.

“Saya sudah pernah mencoba dari Banda Aceh sampaike Wamena, Papua naik pesawat 9 jam. Coba kalau jalan kaki berapa bulan? Inilah negara kita Indonesia,” katanya.

Dia juga mengatakan, selalu menyampaikan kebesaran dan keberagaman Indonesia setiap dirinya bertemu dengan kepala negara sahabat. Banyak yang terkaget-kaget dengan kebesaran NKRI.

Dikutip dari detikcom, “Setiap bertemu dengan kepala negara, kepala pemerintahan, selalu saya sampaikan bahwa negara Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia,” katanya.

Dia juga mengingatkan agar agenda politik seperti pemilihan kepala daerah tidak membuat masyarakat menjadi terpecah belah. “Jangan sampai karena pemilihan wali kota, bupati kita jadi pecah. Itu hanya urusan pilihan politik,” katanya.

“Saya mengajak kita semua untuk mempererat persaudaraan kita antara sesama muslim, ukhuwah islamiyah, dan wathoniyah kita antar sebangsa dan setanah air. Dan kita semua adalah saudara,” tambahnya.

(Ro)

%d blogger menyukai ini: