Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, Headlines, News ‘Sampai Subuh Saya Tunggu, Situs Kemenkumham Tetap Tak Bisa’

‘Sampai Subuh Saya Tunggu, Situs Kemenkumham Tetap Tak Bisa’

Beberapa calon pegawai negeri sipil yang lolos seleksi administrasi mendatangi Kementerian Hukum dan HAM. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Sketsanews.com, Jakarta – Lia, pemudi 23 tahun, bingung bukan kepalang menghadapi proses seleksi administrasi Kementerian Hukum dan HAM. Sejak Kamis (7/9), ia berulang kali coba mengetikkan alamat cpns.kemenkumham.go.id untuk registrasi ulang, tapi tak pernah membuahkan hasil.

Layar komputernya lagi dan lagi menunjukkan pemberitahuan bahwa situs tak bisa diakses.

“Dari jam dua pagi sampe jam lima pagi saya tungguin itu situs, enggak bisa kebuka. Sudah hampir dua hari ini,” ujar Lia kepada CNNIndonesia.com.

“Nungguin sampai pagi, terus siangnya cek lagi, malamnya cek lagi. Mungkin karena banyak orang yang mau masuk ke situsnya, jadi servernya down, atau ada kendala teknis lainnya.”

Persoalan ini bukan hanya dihadapi Lia seorang. Ratusan ribu calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang lulus memang kesulitan mencetak kartu ujian yang mereka butuhkan untuk tes berikutnya.

Sudah dua hari situs khusus penerimaan CPNS Kemenkumham tak bisa dibuka karena tak mampu melayani lonjakan pengunjung.

Fridel mengaku mengikuti pendaftaran CPNS bersama kakak serta teman-temannya yang ada di Medan. Mereka juga punya keluhan yang sama.


Data Kemenhumkam menunjukkan, total jumlah pendaftar adalah 1.116.138 orang sementara mereka yang lolos seleksi administrasi 611.318 orang.

Masalah ini bertambah pelik karena tidak ada informasi lanjutan soal langkah-langkah yang harus ditempuh jika masalah akses itu tak terselesaikan.

Para pelamar yang berdomisili di sekitaran Jakarta, akhirnya mendatangi posko pengaduan di Kemenkumham, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Sabtu (9/9).

Fridel, pemuda 25 tahun, ada di antara mereka yang ingin menanyakan langsung permasalahan tersebut.

“Down-nya itu sejak kami diminta registrasi ulang untuk ambil jadwal ujian. Itu sudah down enggak bisa diakses. Setelah ada pengumuman, malamnya sudah nggak bisa diakses,” kata Fridel kepada CNNIndonesia.com.

Fridel kini masih bekerja di kantor advokat. Dirinya mengaku tengah magang menjadi pengacara.

Fridel menyatakan, permasalahan gangguan situs sangat menghambat proses registrasi ulang. Apalagi, kata dia, informasi yang disampaikan pihak Kemenkumham terbatas dan tak utuh.

“Mau protes kemana bingung juga. Kami lihat twitter Kemenkumham hanya sebatas: ‘kita lagi usaha, kita lagi usaha.’,” tuturnya.

“Kami juga bingung, kalau dari awal sudah usaha, usahanya sampai di mana? Kok sampai sekarang nggak bisa dibuka situsnya CPNS Kemenkumham,” lanjut Fridel.

Fridel khawatir permasalahan teknis dari pihak Kemenkumham ini bakal berdampak ke CPNS yang akan menjalani seleksi kompetensi dasar (CAT) untuk lulusan Sarjana dan verifikasi untuk lulisan D3/SMA, pada Senin-Sabtu/11-16 September 2017.

Bisa saja, ia memperkirakan, ada peserta yang tidak tahu dan akhirnya tidak mengikuti proses selanjutnya tersebut. Ini yang nantinya merugikan para calon abdi negara di Kemenkumham.

“Kita enggak tau (apakah) nanti karena web-nya nggak bisa dibuka, ada banyak orang yang tidak bisa ikut ujian. Kita enggak tau nanti,” ujarnya.


Fridel menyayangkan masalah ini terjadi hanya beberappa hari menjelang tes tahap selanjutnya, karena bakal mengganggu persiapan para peserta dalam menghadapi tes.

“Contohnya, dia baru bisa akses hari Minggu, ujian hari Senin jam delapan pagi. Kan yang harusnya dipersiapkan malah ini dadakan. Akhirnya persiapan nggak maksimal, nggak gampang kerjakan 100 soal dengan waktu 90 menit,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Kemenkumham Lilik Bambang memohon maaf atas gangguan teknis situs tersebut, yang membuat peserta mengalami kesulitan untuk registrasi ulang.

Bambang menyebut, karena ada gangguan ini, pihaknya memutuskan para peserta tak perlu lagi mencetak kartu registrasi ulang yang di situs tersebut.

“Akhirnya jadwal itu kita sebar di situs masing-masing kantor wilayah. Jadi pelamar cukup melihat di web-nya itu, waktu kapan dia harus verifikasi maupun CAT,” kata Bambang di kantornya.

(Ro)

%d blogger menyukai ini: