Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Internasional, News Sekitar 40 Keluarga Asal Indonesia Mengungsi Akibat Banjir di Houston

Sekitar 40 Keluarga Asal Indonesia Mengungsi Akibat Banjir di Houston

Diperkirakan 30.000 orang mengungsi akibat banjir besar yang menyusul badai Harvey di wilayah Houston

Sketsanews.com, Houston – Sekitar 40 keluarga asal Indonesia yang tinggal di Houston, Texas, mengungsi akibat badai dan banjir yang melanda kawasan tersebut sejak Jumat (25/08) pekan lalu.

Mereka termasuk dalam sekitar 30.000 korban yang harus mengungsi setelah hantaman Badai Harvey, yang sejauh ini menewaskan sedikitnya sembilan orang.

Presiden Donald Trump dan ibu negara Melania sudah berkunjung ke lokasi bencana untuk melihat langsung dampak Badai Harvey, yang kini sudah diturunkan menjadi angin kencang tropis.

 

Di Houston -kota terbesar keempat di Amerika Serikat- pihak berwenang mengatakan lebih dari 3.000 rumah tenggelam akibat melimpahnya air dari dua waduk penampungan.

Keluarga Marsel Setiawan ‘terkurung’ di rumah

Saya tidak bisa ke luar rumah. Jalanan penuh air jadi kita tidak bisa ke luar. Tadi malam agak tegang karena airnya naik dan kira-kira sempat lima meter dari depan pintu rumah tapi untungnya berhenti dan tidak masuk ke dalam rumah. Kami di dalam rumah sejak Jumat malam jadi sudah lima hari tidak bisa ke luar rumah.

Jalanan di sekitar rumah Marsel Setiawan tergenang air dan mobilnya tenggelam.

Untungnya sebelum parah, kita sempat ke supermarket beli makanan dan minuman tapi tidak mikir untuk lima hari dalam rumah. Sekarang masih cukup. Kalau sudah kurang, saya harus telepon minta dijemput pakai perahu terus ke tempat kering, baru kemudian minta tolong dibawa ke supermarket dan pulangnya dibawa lagi.

Air belum turun tapi untungnya tidak naik lagi dan hujannya sudah mengecil di daerah tempat saya. Istri dan dua anak saya mengungsi ke tetangga yang rumahnya punya lantai dua untuk berjaga-jaga. Jadi saya sendiri di rumah ini di bawah untuk melihat air masuk atau tidak.

Tapi kami belum tahu sampai berapa lama terkurung di dalam rumah. Saya sudah dua kali menghadapi badai sebelumnya, Rita dan Ike, namun tidak separah yang Harvey ini.

Tinggal di Houston sejak tahun 2003

Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia -yang tidak berada dalam wilayah banjir- menegaskan siap menampung para pengungsi warga Indonesia setiap saat.

“Sejauh ini KJIR sudah mendata sekitar 40 kepala keluarga mengungsi dan mereka tentu dibantu oleh first responders setempat dan diungsikan ke tempat-tempat penampungan atau ke rumah tetangganya yang lebih aman, lebih tinggi, sehingga bisa memantau tempat tinggalnya,” jelas Dhyasti Kalista Siregar, Konsul Konsuler KJRI Houston.

Konsul Konsuler KJRI, Dhyasti Kalista Siregar, menegaskan KJRI -yang berada di kawasan yang tidak dilanda banjir- terbuka menampung pengungsi asal Indonesia.

“KJRI juga membuka pintu untuk mereka yang ingin mengungsi, hanya saja karena mereka tempat tinggalnya tersebar mungkin aksesnya tidak dapat dilewati kalau ke KJRI. Tapi kalau mereka tidak bisa ke KJRI, di komunitas setempat sudah ada shelter-shelter.”

Kalista Siregar menambahkan bahwa pemerintah kota Houston setiap pagi memberikan informasi terbaru tentang cuaca dan kondisi para pengungsi sementara stasiun berita setempat memiliki program khusus yang disebut Tracking Harvey untuk mengikuti perkembangan terbaru di sekitar badai.

Kisah keluarga Bambang Gumilar diungsikan naik perahu

Air masuk ke rumah kami itu kemarin, Senin (28/08) pagi. Waktu saya tinggal, baru merembes sampai karpet, mungkin satu inci atau sekitar 2cm tingginya. Tapi setelah itu saya tidak tahu lagi karena sudah dievakuasi.

Saya bersama keluarga dibawa dengan menggunakan rescue boat ke tempat yang kering, kemudian naik truk ke sebuah aula sekolah di tempat yang aman. Dari situ kebetulan ada teman orang Indonesia yang menjemput kami. Jadi kami sekeluarga menginap di rumah Pak Hadi, bersama keluarganya.

Bambang Gumilar bersama istri dan kedua anaknya harus diungsikan dengan perahu penyelamat sementara satu kuliah di kota lain.

Bambang Gumilar bersama istri dan kedua anaknya harus diungsikan dengan perahu penyelamat sementara satu kuliah di kota lain. Kami sekeluarga berempat karena seorang anak saya kuliah di kota lain, jadi dia aman.

Kebetulan rumah saya di dekat bendungan dan air masih tetap naik, jadi sampai Jumat 1 September (mengungsi), masih empat hari lagi, mungkin. Airnya seperti danau, bukan sungai karena kalau sungai kan mengalir. Ini airnya diam dan masih naik terus.

Tinggal di Houston selama delapan tahun

Harvey merupakan badai yang terkuat yang menghantam kawasan Texas dalam waktu 50 tahun terakir ketika mencapai daratan, Jumat (25/08) di dekat Corpus Christi, sekitar 354km di sebelah barat daya Houston.

Badan yang saat ini berada di atas Teluk Meksiko, diperkirakan masih akan terus menyebabkan hujan lebat dalam beberapa hari di kawasan yang sudah dilanda banjir.

Ramalan cuaca menyebutkan di beberapa tempat di Houston dan sekitarnya hujan turun dengan curah yang bisa mencapai 30cm pada hari Selasa (29/08) waktu setempat.

Dan Harvey diduga akan kembali mencapai daratan pada Rabu pagi dengan kemungkinan di sbelah barat daya Louisiana. (Wis/Bbc)

%d blogger menyukai ini: