Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hidup Sehat, News Sekitar 5 Juta Penduduk Indonesia Terserang Neuropati

Sekitar 5 Juta Penduduk Indonesia Terserang Neuropati

Ilustrasi kaki (Pixabay)

Sketsanews.com, Jakarta – Direktur Pencegahan Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Lily Sulistyowati, menyebutkan bahwa setengah dari penderita diabetes di Indonesia mengalami gangguan syaraf neuropati.

“Di Indonesia  itu ada sekitar 10 juta orang menderita diabetes, 50 persennya kena neuropati, apalagi dengan gaya hidup yang seperti ini (kurang sehat) ditambah jika bekerja terlalu lama dan kurang  stretching,” kata Lily dalam Gerakan Lawan Neuropati di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu 26 Maret 2017.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2013 mencatat angka penderita diabetes mencapai 9,1 juta jiwa. Artinya, lebih dari 4,5 juta jiwa terserang neuropati.

“Hampir rata di pedesaan dan perkotaan. Memang perkotaan lebih tinggi karena gaya hidup, tapi kita lihat provinsi yang jumlah penduduknya banyak, pasti penderitanya lebih banyak,” ujarnya.

Dia menjelaskan, neuropati bisa bermula dari obesitas sentral yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Oleh  karena itu, dia mengingatkan bahwa setiap individu untuk mempunyai kontrol sendiri terhadap tubuhnya, termasuk asupan makanan dan aktivitas fisik.

“Kalau kita lewat dari normal, kita harus mau mengurangi kebiasan agar tidak obese (kegemukan). Karena itu, kekuatan komitmen diri sendiri yang harus menjaga,” tutur dia.

Lily menambahkan bahwa gerakan aktivitas fisik, makan buah dan sayuran, serta diet seimbang sangat penting, selain deteksi dini ketika mulai timbul gejala, atau merasa sakit.

“Dua pertiga masyarakat kita tidak tahu kalau kena diabetes, karena cara tahunya dengan diukur darahnya. Sementara mereka belum mau melakukan (gerakan) ini. Ini adalah ajakan supaya kita jadi lebih tahu dau maunya melakukan ini,” ucap Lily, seperti dikutip dari viva.co.id

Neuropati sendiri merupakan kerusakan, atau penyakit yang mempengaruhi saraf sehingga menyebabkan terganggunya sensasi, gerak, fungsi organ atau aspek kesehatan lainnya tergantung pada saraf yang terkena. Penyebab yang sering terjadi, selain karena penyakit adalah, karena defisiensi vitamin dan gaya hidup modern yang menyebabkan berkurangnya aktivitas fisik.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: