Sketsa News
Home Berita Terkini, Hukum, News Selidiki Kasus Penembakan di Tanah Abang, Polisi Periksa 3 Orang Saksi

Selidiki Kasus Penembakan di Tanah Abang, Polisi Periksa 3 Orang Saksi

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Sketsanews.com, Jakarta – Kapolres Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono mengungkapkan, ada sekira tiga orang saksi yang sudah dimintai keterangan perihal kasus penembakan yang dilakukan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) terhadap sebuah mobil Avanza berwarna putih.

Menurut Lukman, tiga orang saksi itu merupakan korban. Saat peristiwa penembakan terjadi, saksi sedang berada dalam mobil bersama dengan tujuh temannya.
“Sudah tiga orang, yang didalam mobil,” ucap Lukman saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (5/9/2017), seperti yang dikutip dari Okezone.

Lukman melanjutkan, pihaknya berencana memeriksa penjual minuman, yang menjadi tempat korban dan pelaku adu mulut. Diketahui, tragedi penembakan itu diawali dengan aksi adu mulut saat korban dan pelaku sama-sama nongkrong di Kawasan Asia Afrika.

“Nanti kami periksa yang jualan di seputaran itu. Kami cari juga rekaman CCTV disana, kami koordinasi,” ujarnya.
Sekadar diketahui, penembakan terjadi sekira pukul 02.00 WIB dini hari. Saat itu, korban sedang nongkrong bersama teman-temannya, kemudian terjadi adu mulut dengan kelompok pemuda lainnya karena masalah sepele.

Namun cekcok mulut itu tidak berlangsung lama, mereka berdamai sehingga korban pulang melintas di Jalan Asia Afrika, melaju menuju depan Gedung TVRI. Saat naik ke jalan layang menuju Tanah Abang tiba-tiba ada dua mobil mengejar di belakang dan mengeluarkan senjata api.

Ternyata pelaku masih tidak terima, sehingga mengejar korban dan menembaki bagian bumper mobil yang dikendarai korban. Korban pun menepi di depan Ladogi, di bahu jalan setelah Jalan Layang Gatot Subroto.

Setelah korban turun, pelaku bukan meminta maaf malah merusak mobil korban menggunakan tongkat baseball, kaca dan spionnya hancur. Akibatnya, salah satu korban mengalami luka karena kena pecahan kaca dan tingkat pemukul yang digunakan pelaku.

(Eni)

%d blogger menyukai ini: