Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News, Peristiwa Siswa SDI Nurul Izzah Malang Belajar Perjuangan Bangsa Indoesia

Siswa SDI Nurul Izzah Malang Belajar Perjuangan Bangsa Indoesia

Siswa SD Islam Nurul Izzah saat berkunjung ke Museum Brawijaya Malang, Selasa (12/9/2017) (foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Sketsanews.com, Malang – SD Islam Nurul Izzah Malang mengajak peserta didiknya untuk mengenang dan mempelajari sejarah yang ada di Museum Brawijaya Malang, Selasa (12/9/2017).

Dalam kunjungan ini SD Islam Nurul Izzah mengajak seluruh kelas 3 untuk mengenal benda-benda peninggalan zaman Belanda.

Rahmawati, guru SD Islam Nurul Izzah menuturkan, bahwa dirinya mengajak siswa kelas 3 untuk mengenal benda-benda peninggalan dizaman penjajahan Belanda.

“Kebetulan ini temanya berkaitan dengan perjuangan rakyat jawa, maka kami kenalkan benda-benda peninggalan Belanda, serta peralatan yang pernah dipakai oleh para pejuang diwaktu itu”, kata Rahmawati saat ditemui Sketsanews.com di Museum Brawijaya Malang.

“Tadi juga anak-anak dikenalkan berbagai jenis senjata, peralatan pribadi Panglima Besar Jendral Soediam selama perang Gerilya mulai dari tempat air, meja dan kursi, serta pakaian-pakaian Jendral Soedirman”, ujar Rahmawati.

Fikri, siswa SD Islam Nurul Izzah mengaku senang bisa melihat langsung benda-benda zaman penjajahan Belanda yang tersimpan di Museum Brawijaya Malang.

Fikri, siswa kelas 3 SD Islam Nurul Izzah saat melihat benda-benda peninggalan Belanda di Museum Brawijaya Malang(foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

“Ternyata benda-benda dan dahulu sudah bagus, ada meriam, tank, koleksi pistol dan senjata laras panjang juga banyak”, kata Fikri kepada Sketsanews.

“Dari sini kita bisa mengambil pelajaran bahwa perjuangan pahlawan dulu sangat berat”, lanjut Fikri.

Sementara itu Suryo, petugas Museum Brawijaya mengatakan, bahwa memang sudah seharusnya kita menanamkan jiwa-jiwa pejuang kepada anak-anak sejak usia dini.

“Jadi sejak kecil anak-anak harus dikenalkan tentang perjuangan bangsa Indonesia, bahwa kemerdekaan Indonesia itu hasil dari pengorbanan yang besar”, kata Suryo, Selasa(12/9/2017).

“Karena sistem pertahanan Negara kita sekarang ini adalah Sishankamrata, jadi semua elemen harus ikut andil dalam pertahanan negara Indonesia”, ujar Suryo.

“Melalui benda-benda inilah anak-anak diajarkan tentang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan”, tutup Suroyo.
(Im

%d blogger menyukai ini: