Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News SKK Migas: Industri Tak Kompetitif, Jangan Salahkan Harga Gas

SKK Migas: Industri Tak Kompetitif, Jangan Salahkan Harga Gas

Ilustrasi

Sketsanews.com, Jakarta – Industri menilai harga gas dalam negeri mahal dibandingkan harga gas di luar. Guna membantu hal tersebut, pemerintah pun berencana memberikan izin impor gas langsung bagi industri terpilih.

Namun, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menilai langkah impor gas tidak sesuai, apalagi dengan alasan harga gas dalam negeri mahal.

Kepala Divisi Komersial Gas SKK Migas Sampe L Purba mengatakan, pemerintah dalam anatomi perdagangan memetakan bahwa gas digunakan untuk dua hal, yakni bahan baku dan bahan bakar.

Misalnya, gas pada industri keramik sebagai bahan bakar dengan kontribusi 18% untuk biaya produksi. Artinya, gas yang dipergunakan industri keramik biaya produksinya tidak sebesar industri yang menggunakan gas sebagai bahan baku produksinya.

“Kalau orang mengatakan ada satu industri tidak kompetitif dengan harga gas dalam negeri mahal ya jangan di salahkan harga gas-nya, karena kurang relevan. Komponen gas bagi industri yang menggunakannya sebagai bahan bakar tidak terlalu besar,” tuturnya, di Kantor SKK Migas, Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Oleh karena itu, dia menilai apabila impor gas dilakukan, tidak serta merta akan menurunkan harga gas di dalam negeri. Sebab, penggunaan gas sudah dibedakan dengan harga yang bermacam-macam. Menurutnya, range harga gas di Indonesia saat ini di hulu mencapai USD3-USD12 per mmbtu.

“Jadi, yang menjadi pertanyaan sekarang, apabila dibelikan gas (impoer) apakah biaya produktifitas menjadi turun?” tuturnya.
(Ro)

sumber. Okezone

%d blogger menyukai ini: