Sketsa News
Home Berita Terkini, Internasional, News Suu Kyi: Kami Lindungi Semuanya, Warga Negara Myanmar Atau Bukan

Suu Kyi: Kami Lindungi Semuanya, Warga Negara Myanmar Atau Bukan

Aung San Suu Kyi (REUTERS/Cathal McNaughton)

Sketsanews.com, Yangon – Pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi kembali memberikan komentar soal konflik yang pecah di Rakhine, tempat tinggal etnis minoritas muslim Rohingya. Suu Kyi menegaskan pemerintah Myanmar berupaya keras melindungi semua orang di negaranya.

Komentar terbaru Suu Kyi ini disampaikan dalam wawancara dengan kantor berita India, Asian News Internasional (ANI), saat Perdana Menteri India Narendra Modi berkunjung ke Yangon, pekan ini. Demikian seperti dilansir dari Detik.com, Kamis (7/9/2017).

Suu Kyi kembali tidak menyebut secara spesifik soal eksodus warga Rohingya, namun dia menegaskan, pemerintahannya terus berupaya sebaik mungkin untuk mengurus semua orang di Myanmar.

“Kami harus mengurus seluruh warga negara kami, kami harus mengurus semua orang yang ada di negara kami, baik mereka itu warga negara kami atau bukan,” ucap Suu Kyi dalam komentarnya terhadap kantor berita ANI yang merupakan mitra Reuters.

Diketahui bahwa Rohingya yang sejak lama tinggal di Rakhine, tidak mendapatkan status kewarganegaran. Mereka dianggap sebagai imigran ilegal dari Bangladesh, sehingga tidak mendapat akses pada pekerjaan dan pendidikan.

“Tentu, sumber daya kami tidak lengkap dan cukup seperti yang mereka inginkan tapi, tetap, kami mengupayakan yang terbaik dan kami ingin memastikan bahwa semua orang berhak mendapatkan perlindungan hukum,” imbuhnya.

“Kami harus memutuskan bagaimana membedakan teroris dengan warga tak bersalah. Anda di India, pasti sudah sangat memahami hal ini,” ujar Suu Kyi lagi.

Sejauh ini, tercatat sekitar 164 ribu pengungsi Rohingya tiba di Bangladesh, sejak konflik kembali pecah di Rakhine pada 25 Agustus. Militer Myanmar tengah melakukan operasi militer besar-besaran untuk memburu militan Rohingya atau ARSA, yang sebelumnya menyerang pos polisi dan militer setempat hingga menewaskan 13 tentara Myanmar.

Suu Kyi selama ini terus bungkam hingga menuai kecaman internasional. Bahkan ada desakan agar Nobel Perdamaian yang diterima Suu Kyi pada tahun 1991 lalu, dicabut. Suu Kyi yang merupakan pemimpin de-facto Myanmar, diminta memberikan suara tegas dalam membela Rohingya yang tertindas.
Dalam pernyataan yang dirilis kantornya pada Selasa (6/9) waktu setempat, Suu Kyi terkesan menyalahkan ‘teroris’ atas ‘kesalahan informasi sebesar gunung es raksasa’ soal situasi di Rakhine. Meskipun dia menegaskan pemerintah Myanmar telah membela seluruh warga Rakhine.

“Kami memahami dengan sangat baik, lebih dari kebanyakan orang, bagaimana rasanya tidak mendapat perlindungan demokratik dan HAM. Jadi kami memastikan bahwa seluruh rakyat di negara kami berhak mendapat perlindungan atas hak-hak mereka, juga hak-hak untuk, tidak hanya politik, tapi juga sosial dan pertahanan kemanusiaan,” ucap Suu Kyi dalam pernyataan yang berasal dari percakapan telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada pekan ini.

(Eni)

%d blogger menyukai ini: